Pencarian

KSM Pilah Berkah di Imogiri Bantul Olah Sampah Plastik Jadi Petasol, Kini Layani 10 Kalurahan

Sabtu, 25 Juli 2026 • 22:11:31 WIB
KSM Pilah Berkah di Imogiri Bantul Olah Sampah Plastik Jadi Petasol, Kini Layani 10 Kalurahan

BANTUL — Dari halaman Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Bukit Imogiri, kepulan asap tipis keluar dari tungku besar. Di sanalah sampah plastik yang sudah dipilah diubah menjadi Petasol, bahan bakar alternatif yang menjadi inovasi andalan KSM Pilah Berkah. Kelompok ini memulai perjalanan dari keresahan akan sampah yang tak terkelola.

Dari Empat Orang hingga Jaringan Sepuluh Kalurahan

KSM Pilah Berkah dirintis pada 2017 dengan konsep sedekah sampah berbasis rukun tetangga. Saat itu anggota hanya empat orang dan mitra pertama hanya di Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri. Tanpa pemasukan berarti, para pengurus berjuang mempertahankan organisasi.

Transformasi besar terjadi pada 2021. Kelompok ini mulai memperkuat manajemen pengelolaan sampah, belajar dari banyaknya kelompok serupa yang berhenti karena tata kelola yang lemah. Kini jaringan kemitraan telah menjangkau sepuluh kalurahan di Bantul.

Pirolisis Ubah Plastik Jadi BBM Alternatif

Di bagian belakang TPST, mesin pirolisis bekerja mengolah sampah plastik menjadi Petasol. Proses ini melibatkan pemilahan ketat, lalu plastik dimasukkan ke tungku bersuhu tinggi hingga menghasilkan uap yang dikondensasi menjadi bahan bakar cair. Inovasi ini menjadi solusi energi alternatif sekaligus mengurangi volume sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Tata Kelola Jadi Kunci Keberlanjutan

Konsultan Program Daur Ulang Sampah KSM Pilah Berkah, Arif Sholikin, menekankan pentingnya sistem yang rapi. "Di KSM Pilah Berkah, saya menerapkan tata kelola pengelolaan sampah, baik untuk kawasan berbasis masyarakat maupun industri," ujarnya.

Pendampingan yang dilakukan Arif dan tim meliputi sosialisasi, pelatihan praktik pengelolaan, pembentukan kelembagaan, hingga penyusunan sistem kerja. Semua itu membangun ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Dampak Sosial dan Lingkungan

Kegiatan di TPST berlangsung nyaris tanpa henti. Sejumlah pekerja memilah sampah berdasarkan jenis, sebagian menurunkan muatan truk, lainnya memanggul karung plastik. Masing-masing memiliki peran dalam rantai pengelolaan yang telah terbangun bertahun-tahun. Hasilnya: masyarakat sekitar tidak hanya mendapat penghasilan, tetapi juga energi alternatif dari limbah yang sebelumnya dianggap tak bernilai.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks