Pencarian

Harga CPO Naik 1,86% dalam Sepekan, Permintaan Biodiesel Jadi Penopang

Minggu, 19 Juli 2026 • 16:12:27 WIB
Harga CPO Naik 1,86% dalam Sepekan, Permintaan Biodiesel Jadi Penopang
Harga kontrak berjangka CPO Malaysia ditutup melemah 0,20 persen pada perdagangan Jumat, tetapi masih mencatat penguatan mingguan sebesar 1,86 persen.

DI YOGYAKARTA — Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Oktober 2026 ditutup turun 0,20 persen ke level 4.597 ringgit per ton pada perdagangan Jumat kemarin. Namun, secara mingguan, harga masih menguat 1,86 persen. Angka ini menunjukkan bahwa pasar masih optimistis terhadap prospek jangka pendek komoditas sawit.

Tekanan dari Minyak Nabati Pesaing

Seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur mengatakan kepada Reuters bahwa pelemahan harian CPO terjadi karena mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing yang beragam. "Kontrak berjangka CPO Malaysia terkoreksi," ujarnya.

Ia menambahkan, harga diperkirakan akan bergerak konsolidasi dalam kisaran sempit dalam waktu dekat. Pelaku pasar saat ini cenderung menunggu katalis baru yang bisa memicu pergerakan signifikan, baik dari sisi kebijakan energi global maupun data permintaan dari negara importir utama.

Perbandingan Harga di Bursa Lain

Di bursa lain, pergerakan harga minyak nabati menunjukkan arah yang bervariasi. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun 0,52 persen, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama ikut melemah 0,18 persen. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) justru naik 1,02 persen.

Perbedaan arah ini mencerminkan dinamika permintaan yang berbeda di masing-masing kawasan. Penguatan harga minyak kedelai di AS, misalnya, bisa menjadi indikasi meningkatnya permintaan minyak nabati untuk bahan bakar hayati di Amerika Utara.

Secara keseluruhan, penguatan harga CPO dalam sepekan terakhir menunjukkan bahwa fundamental pasar masih cukup solid. Dukungan dari sektor energi, khususnya biodiesel, menjadi faktor utama yang menjaga harga tetap berada di zona positif meskipun ada tekanan dari minyak nabati lain. Para pelaku pasar kini mencermati perkembangan kebijakan energi di negara-negara maju sebagai penentu arah harga selanjutnya.

Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks