Pencarian

MUI Usulkan Pembentukan Danantara Syariah di Kongres Umat Islam Jakarta, Potensi Ekonomi Umat Capai Rp 2.000 Triliun

Sabtu, 25 Juli 2026 • 15:35:32 WIB
MUI Usulkan Pembentukan Danantara Syariah di Kongres Umat Islam Jakarta, Potensi Ekonomi Umat Capai Rp 2.000 Triliun

JAKARTA — Wakil Ketua Umum MUI Muhammad Cholil Nafis memaparkan bahwa saat ini Daya Anagata Nusantara (Danantara) sudah hadir sebagai lembaga konsolidasi ekonomi nasional. Namun, belum ada unit khusus yang menangani sektor syariah. "Kita ingin ada yang mengkonsolidasi ekonomi ini. Ketika dikonsolidasi, maka kekuatan akan besar, cost of fund dalam proses bisnis akan lebih murah, dan kekuatannya bisa mengerjakan proyek-proyek yang lebih besar," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Yogyakarta.

Potensi Rp 2.000 Triliun dari Berbagai Sektor

Cholil merinci potensi ekonomi syariah meliputi perbankan, asuransi, pasar modal, BPRS, BMT, hingga dana sosial seperti zakat dan wakaf. Ia mencatat perputaran dana syariah pendidikan yang dikelola negara saja mencapai Rp 930 triliun, sementara yang dikelola swasta lebih dari Rp 2.000 triliun. Angka ini, menurut dia, menunjukkan besarnya sumber daya yang belum terintegrasi.

Mekanisme: Danantara sebagai Super Holding, Danantara Syariah sebagai Holding Khusus

MUI mengusulkan agar Danantara difungsikan sebagai super holding, sementara Danantara Syariah bertindak sebagai holding khusus yang fokus menggerakkan ekonomi umat. Cholil menekankan bahwa ekonomi syariah memiliki karakter berbeda dengan konvensional. "Ekonomi syariah itu berbeda dengan ekonomi konvensional, punya karakter yang berbeda dan juga punya pola bisnis yang berbeda," katanya. Ciri khasnya, menurut dia, bertumpu pada penyaluran kredit (lending) kerakyatan dan sektor konsumen di tingkat akar rumput, bukan semata bermain di pasar modal global.

Dukungan Ketua Umum MUI: Wadah untuk Mengoptimalkan Ekonomi Umat

Ketua Umum MUI Anwar Iskandar turut menegaskan dorongan tersebut. Ia menyoroti bahwa sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, pelaksanaan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia belum optimal. "Ada konsep dari kami untuk lahirnya sebuah 'Danantara Syariah Indonesia'. Kami mohon dukungan dari semua pihak dalam rangka mengoptimalkan ekonomi syariah agar terkoordinir dengan sebaik-baiknya," kata Anwar. Ia optimistis kehadiran wadah terpusat ini akan menjadi mesin penggerak baru untuk mengangkat harkat, martabat, dan kesejahteraan ekonomi umat di Republik Indonesia.

Usulan ini masih berupa gagasan yang disampaikan di forum KUII ke-8. MUI berharap pemerintah dan pemangku kepentingan lain dapat merespons positif agar konsolidasi ekonomi syariah segera terwujud.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks