BANTUL — Di usia yang ke-195, Kabupaten Bantul tidak hanya merayakan seremoni tahunan. Pemerintah daerah justru menjadikan momen ini sebagai pijakan untuk meneguhkan arah pembangunan ke depan, dengan fokus utama pada kualitas manusianya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menekankan bahwa kekuatan utama daerahnya bukan terletak pada sumber daya alam yang melimpah, melainkan pada kualitas warganya. "Untuk apa memiliki sumber daya alam yang melimpah kalau sumber daya manusianya tidak siap," ujarnya.
Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar. Bantul berhasil menempati peringkat keempat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di antara seluruh kabupaten di Indonesia. Prestasi serupa juga diraih dalam hal daya saing daerah, yang juga berada di posisi keempat secara nasional.
Menurut Halim, capaian tersebut merupakan hasil penilaian objektif dari lembaga riset nasional. "Penilaiannya tidak hanya terhadap pemerintah, tetapi juga masyarakat melalui survei dan kajian yang dilakukan BRIN maupun BPS," jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas SDM Bantul diakui secara independen.
Komitmen memperkuat SDM ini selaras dengan program-program yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pemerintah daerah menilai berbagai pondasi penting pembangunan telah ditandai dengan sejumlah capaian membanggakan di berbagai sektor.
Selain di bidang SDM, tata kelola pemerintahan Bantul juga menuai prestasi. Kabupaten ini kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ke-14 kalinya secara berturut-turut. "Artinya, selama 14 tahun tanpa jeda pengelolaan keuangan daerah dinilai baik dengan memperoleh opini tertinggi," kata Halim.
Capaian ini, menurut Bupati, tidak terlepas dari meningkatnya kualitas masyarakat yang mampu mendorong inovasi di berbagai sektor. Bantul pun dinobatkan sebagai kabupaten kreatif, menjadi bukti bahwa SDM yang unggul mampu melahirkan gagasan dan produk baru yang bernilai tambah.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang hadir dalam upacara tersebut turut memberikan wejangan. Sultan mengatakan tema besar hari jadi ke-195 sudah sepantasnya menjadi bahan introspeksi diri terhadap jalannya pemerintahan. Hal ini penting untuk menjawab tantangan perubahan zaman yang cepat dan dinamika alam.
Sultan berharap kehidupan warga Bantul ke depan tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kepribadian yang matang dan tangguh. "Jangan pernah suka menyombongkan diri dan merendahkan orang lain. Orang yang sehat jiwanya tidak mudah melakukan tindakan tercela," tegasnya dalam sambutan.
Sementara itu, Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo, memastikan pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah daerah. "Ke depan, Pemkab Bantul mampu terus berkembang, baik dari sisi pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia," pungkasnya.