Gubernur DIY Sri Sultan HB X Minta Pemkab Bantul Eksekusi Program Pro-Rakyat, Bukan Sekadar Wacana

Penulis: Hendri Saputra  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 21:21:01 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta Pemerintah Kabupaten Bantul segera mengeksekusi program pro-rakyat agar tidak hanya menjadi wacana.

BANTUL — Sri Sultan menegaskan bahwa visi dan misi kepala daerah tidak boleh berhenti pada tataran wacana, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Ia meminta seluruh program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dioptimalkan, sekaligus mengevaluasi kebijakan yang dinilai belum tepat sasaran.

Evaluasi Kebijakan yang Belum Tepat Sasaran

"Jika masih ada yang belum benar dan tepat, agar segera disempurnakan, supaya visi Bupati yang ditargetkan bisa segera terwujud melalui eksekusi program yang pro-rakyat," ujar Sri Sultan dalam sambutannya yang disampaikan menggunakan bahasa Jawa.

Menurut Sri Sultan, percepatan pelaksanaan program diperlukan agar masyarakat Bantul mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang semakin cepat. Namun, ia mengingatkan agar hal itu tidak sampai meninggalkan nilai-nilai luhur sebagaimana termaktub dalam Serat Wedhatama.

Tiga Pilar Kehidupan ala Serat Wedhatama

Dalam wejangannya, Sri Sultan mengingatkan bahwa kehidupan manusia ditopang oleh tiga pilar utama, yakni wirya (kedudukan), arta (harta), dan winasis (ilmu atau kecerdasan). Tanpa ketiga unsur tersebut, manusia diibaratkan seperti daun jati kering atau aji godhong jati aking yang mudah terombang-ambing dan berujung pada kesengsaraan.

"Kecerdasan atau winasis masyarakat dan para pemangku kepentingan di Bantul harus dibarengi dengan kematangan mental dan kerendahan hati," ujarnya.

Ia juga mengutip falsafah Jawa giri lusi janma tan kena kinira, yang mengibaratkan seekor cacing perlahan bergerak hingga mampu mendaki gunung. Falsafah itu, kata dia, menjadi pengingat agar manusia tidak bersikap sombong.

Bupati Bantul Deklarasikan Nawala Bupati

Di hadapan Sri Sultan, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mendeklarasikan lima pedoman kerja yang disebut Nawala Bupati. Pedoman ini menjadi perwujudan tema Hari Jadi Kabupaten Bantul ke-195, yakni Dharmaning Satriya Akarya Raharjaning Nagari.

"Nawala Bupati fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang meneladani jiwa ksatria para leluhur demi mewujudkan kemajuan daerah," kata Bupati.

Lima pedoman tersebut mencakup pengoptimalan potensi kawasan pesisir selatan sebagai gerbang utama kemakmuran, pemerataan prasarana dan infrastruktur yang berkeadilan, penguatan semangat gotong royong dan tepa selira, serta peningkatan kinerja internal Pemkab Bantul yang lebih profesional, responsif, dan empatik dalam pelayanan publik.

Momentum Mengasah Akal Budi

Sri Sultan berharap peringatan Hari Jadi ke-195 ini menjadi momentum bagi Bantul untuk terus mengasah akal budi dan menyingkirkan laku buruk demi tercapainya kesejahteraan masyarakat luas.

Pewarta: Agung Dwi Prakoso dan Nur Istibsaroh

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top