Perempuan Berkebaya Ramaikan Peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 di Museum Monumen Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta

Penulis: Indra Firmansyah  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 22:14:01 WIB

YOGYAKARTA — Suasana meriah menyelimuti Museum Monumen Serangan Umum 1 Maret sejak Jumat siang. Puluhan perempuan dari berbagai usia dan komunitas di DIY berkumpul dengan mengenakan kebaya warna-warni. Mereka bersama-sama memainkan angklung, alat musik tradisional Sunda, sebagai simbol keberagaman budaya Nusantara.

Peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 ini menjadi ajang untuk memperkuat kembali kecintaan terhadap kebaya. Tak hanya sebagai pakaian tradisional, kebaya juga dianggap merepresentasikan identitas dan martabat perempuan Indonesia. Para peserta terlihat antusias berfoto dan berinteraksi antarsesama.

Museum Bersejarah Jadi Lokasi Perayaan

Pemilihan Museum Monumen Serangan Umum 1 Maret sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan. Museum ini menyimpan catatan perjuangan rakyat Yogyakarta dalam mempertahankan kemerdekaan. Pekik merdeka dan semangat kebangsaan pun mewarnai perayaan kebaya tahun ini.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh perwakilan Dinas Kebudayaan DIY yang menyampaikan pentingnya menjaga warisan budaya tak benda. Mereka berharap peringatan ini bisa terus digelar setiap tahun agar generasi muda tidak melupakan kebaya.

Angklung dan Kebaya: Perpaduan Tradisi

Penampilan angklung secara massal menjadi atraksi utama. Alunan nada-nada tradisional menggema di dalam museum, menciptakan harmoni antara busana dan musik Nusantara. Beberapa peserta bahkan membawa angklung sendiri dari rumah.

Hari Kebaya Nasional diperingati setiap 24 Juli berdasarkan Keputusan Presiden. Di Yogyakarta, peringatan tahun ini menjadi yang ketiga kalinya dan mendapat sambutan hangat dari pegiat budaya. Acara ditutup dengan doa bersama dan pembagian hadiah bagi peserta dengan kebaya terbaik.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top