BNPB Uji Coba Dry Ice di Sumsel, Jarak Pandang Penerbangan Naik dari 650 ke 2.800 Meter

Penulis: Kemal Batubara  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 11:18:02 WIB
Pesawat Cessna Caravan PK-SNP milik BNPB lepas landas dari Bandara Raden Inten II, Lampung, menuju titik penyemaian dry ice di Sumatera Selatan.

JAKARTA — Sebanyak dua sorti penerbangan dijalankan tim BNPB pada hari pertama uji coba, masing-masing mengangkut bahan semai 800 kilogram pada ketinggian sekitar 4.500 kaki. Pesawat Cessna Caravan bernomor registrasi PK-SNP diterbangkan langsung dari Bandar Udara Raden Inten II, Lampung, menuju titik penyemaian di sekitar ring satu Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.

Pemilihan lokasi itu bukan tanpa alasan. Asap pekat dari karhutla di Sumatera Selatan selama ini mengurai jarak pandang dan mengganggu jadwal penerbangan. Laporan sementara yang diterima BNPB mencatat jarak pandang yang semula terpantau di kisaran 650 meter meningkat hingga 2.800 meter setelah penyemaian.

Mengapa Asap Karhutla Sulit Naik ke Atmosfer

Dalam kondisi karhutla, asap pekat kerap terperangkap di lapisan bawah atmosfer akibat lapisan inversi. Kondisi ini berbeda dengan atmosfer normal, di mana suhu udara semakin rendah pada lapisan yang lebih tinggi.

Lapisan inversi membuat atmosfer relatif stabil sehingga partikel asap sulit bergerak naik. Akibatnya, konsentrasi polutan menumpuk di ketinggian rendah dan jarak pandang terus menurun.

Metode penyemaian dry ice dirancang membantu melabilkan kondisi atmosfer tersebut. Butiran es kering berukuran sekitar tiga milimeter dengan titik dingin mencapai -75 derajat Celsius disemai ke lapisan yang terperangkap agar asap terdorong naik dan menyebar luas.

Beda Dry Ice dengan Garam NaCl untuk Memicu Hujan

Berton menjelaskan teknik ini memiliki karakteristik berbeda dari bahan garam atau Natrium Klorida (NaCl) yang umumnya berbentuk serbuk halus. Garam biasa dipakai untuk memicu curah hujan, sementara dry ice tidak bergantung pada ketersediaan awan hujan.

Metode penyemaian dry ice disebut sebagai teknik modifikasi atmosfer khusus yang dirancang mengurangi konsentrasi polusi dan asap pekat. Karena itu, uji coba ini dinilai relevan untuk wilayah yang sedang dilanda karhutla tanpa disertai awan hujan memadai.

"Rangkaian uji coba OMC menggunakan dry ice ini dijadwalkan berlangsung hingga 18 Oktober 2026," kata Berton.

Enam Provinsi Prioritas, Sumsel Jadi Sasaran Pertama

Sumatera Selatan merupakan satu dari enam provinsi prioritas yang sedang bergelut dengan asap pekat dari lahan mineral gambut terbakar. Provinsi ini dipilih menjadi daerah sasaran pertama pelaksanaan uji coba inovasi teknologi terapan tersebut.

Setelah masa uji coba selesai, BNPB akan melakukan evaluasi menyeluruh serta koordinasi lanjutan bersama pihak-pihak terkait. Evaluasi itu untuk mempertimbangkan potensi penerapan metode serupa di wilayah terdampak karhutla lainnya.

Hasil sementara di Sumatera Selatan menjadi acuan awal. Jika jarak pandang terus membaik hingga akhir periode uji coba, metode penyemaian dry ice berpeluang masuk daftar penanganan karhutla di provinsi prioritas lain.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top