YOGYAKARTA — Direktur AiMOGA Indonesia Yuri Yin menyebut partisipasi di ajang tersebut sebagai upaya memperluas penerapan robotika ke berbagai bidang layanan. Perusahaan memosisikan robot sebagai penunjang tugas manusia, bukan pengganti pengambilan keputusan.
“Melalui sinergi teknologi otomotif dan robotika, kami terus mengeksplorasi solusi yang mengutamakan efisiensi, keamanan, dan keandalan, sekaligus mendukung kolaborasi antara manusia dan teknologi,” kata Yuri dalam keterangan resminya, Senin (19/10/2026).
Argos menjadi lini pertama yang dipamerkan. Robot berkaki empat itu mengandalkan persepsi lingkungan, mobilitas, dan kontrol gerak agar bisa beroperasi di ruang fisik.
Mornine, robot humanoid, memadukan AI dengan persepsi multimodal untuk mendukung interaksi manusia dan mesin. AiMOGA melengkapinya dengan Intelligent Security Robot dan Robotics Nurse untuk kebutuhan layanan publik dan kesehatan.
Lini kelima adalah teknologi antarmuka otak-komputer. Lewat BCI, pengguna bisa menggerakkan kursi roda hanya dengan sinyal otak tanpa kendali fisik konvensional.
AiMOGA menopang seluruh pengembangan itu dengan ekosistem riset Chery Group. Cakupannya meliputi jaringan penelitian dan pengembangan global hingga 31 laboratorium R&D internal milik AiMOGA.
Rekayasa otomotif dimanfaatkan agar robot mampu mengenali lingkungan, memahami kebutuhan pengguna, serta bergerak dan berinteraksi sesuai fungsinya. Pendekatan ini yang membedakan AiMOGA dari pengembang robotika umumnya.
“Bagi AiMOGA, pengembangan robotika membutuhkan perpaduan antara kapabilitas teknologi dan pemahaman terhadap kebutuhan pengguna,” ujar Yuri.
Rangkaian summit mengusung tema “Car-Robot in Synergy, Scenarios in Energy”. Tema itu menegaskan posisi AiMOGA sebagai perusahaan yang menjembatani teknologi otomotif dan robotika dalam satu ekosistem.
Kerja sama strategis dengan Chery menjadi kanal AiMOGA memperkenalkan produk terbarunya ke publik pengguna otomotif. Ajang ini juga dipakai perusahaan untuk menunjukkan bahwa robotika sudah merambah layanan keamanan, kesehatan, hingga mobilitas penyandang disabilitas.