Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Bantah Isu Retak dengan Bupati Endah, Sebut Hanya Rumor

Penulis: Indra Firmansyah  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:46:31 WIB
Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menyampaikan konfirmasi resmi terkait hubungannya dengan Bupati Endah di Wonosari, Selasa (20/10/2026).

GUNUNGKIDUL — Konfirmasi itu disampaikan Joko kepada detikJogja di Wonosari, Selasa (20/10/2026) sore. Ia menegaskan tidak ada persoalan dalam hubungannya dengan Bupati Endah.

"Saya merasa hubungan saya dengan Mbak Endah baik-baik saja, tidak ada masalah. Komunikasi juga bagus dengan beliau, terkadang juga melalui Sekda. Kalau ketemu langsung juga mengobrol dengan Mbak Endah," kata Joko.

Bukti Kebersamaan di Pembukaan MTQ Gunungkidul

Joko lantas menunjuk momen kebersamaan dengan Endah pada Selasa (20/10) pagi. Keduanya menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kabupaten Gunungkidul di SMP Negeri 1 Wonosari.

Dalam acara itu, Bupati dan Wabup sempat menyerahkan apresiasi kepada peserta. "Tidak ada apa-apa, pagi tadi saja saya bareng-bareng menyerahkan sama Bupati," ujarnya.

Joko menekankan pernyataannya sebagai konfirmasi resmi. "Ya selama ini hubungan saya tidak ada masalah dengan Mbak Endah, ini konfirmasi resmi," tegasnya.

Ketua DPRD Gunungkidul Sebut Bupati dan Wabup Akur

Ketua DPRD Gunungkidul Endang Sri Sumiyartini meyakini hal serupa. Menurut dia, Bupati dan Wabup kerap terlihat bersama dalam berbagai kegiatan.

"Kalau kita juga di legislatif, ya ayo bareng-bareng dalam hal ini selalu bersatu, guyub rukun untuk masyarakat Gunungkidul dan tidak mengganggu kaitannya dengan apa yang menjadi aktivitas, apa yang menjadi tata kelola pemerintahan Kabupaten Gunungkidul," ujar Endang di Wonosari.

Endang menilai kebersamaan keduanya pada acara Selasa pagi sebagai tanda akur. "Kenyataannya tadi yang kita lihat adalah sudah bersama, akur, dan ya semoga ini suatu evaluasi. Karena mereka yang menjadi panutan dan panuntun masyarakat Gunungkidul," imbuhnya.

Absen di Hari Jadi ke-196 Gunungkidul Picu Polemik

Isu ketidakharmonisan mencuat setelah Joko absen dalam rangkaian hari jadi Gunungkidul beberapa waktu lalu. Sorotan datang dari Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Gunungkidul Suharno.

Suharno menyebut hubungan Bupati dan Wabup tidak harmonis. Menurut dia, Joko jarang hadir bersama Endah saat rapat, dengan puncaknya absen dari rangkaian acara dan upacara Hari Jadi ke-196 Gunungkidul.

"Saya memandang tidak harmonis dan ini tidak baik untuk Gunungkidul. Kalau tidak harmonis ibarat keluarga nanti broken home," kata Suharno, Senin (19/10/2026).

"Begitu pula pemerintahan, jika Bupati dan Wakil Bupati yang dipilih bersama, humanis, rakyatnya juga senang. Saya juga melihat mereka jarang bersama-sama, tidak datang Hari Jadi Gunungkidul jadi polemik," ujarnya.

Respons Awal Joko: Minta Martabat Jabatan Wabup Dihormati

Sebelum konfirmasi terbaru, Joko sempat buka suara soal isu tersebut. Kala itu ia tidak secara langsung membantah, tetapi menegaskan menghormati Bupati sebagai kepala daerah beserta kewenangan yang diberikan undang-undang.

Dalam keterangan tertulisnya, Joko menyebut penghormatan terhadap jabatan publik merupakan bagian penting dari upaya menjaga kewibawaan institusi pemerintahan dan kepercayaan masyarakat.

"Tapi pada saat yang sama, saya juga berharap agar kedudukan, fungsi, dan martabat jabatan Wakil Bupati memperoleh penghormatan sebagaimana dijamin dalam sistem hukum pemerintahan daerah," kata dia.

"Saya tidak memiliki keinginan untuk memperpanjang perbedaan pandangan maupun membangun polemik yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Joko.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top