Pemkot Yogyakarta Targetkan Konversi 500 Becak Motor Jadi Listrik pada 2026, 50 Pengemudi Tahap Awal Terima Bantuan

Penulis: Hendri Saputra  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:58:01 WIB
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menjelaskan program konversi 50 becak motor tahap awal menjadi becak listrik.

YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan konversi 500 unit becak motor menjadi becak listrik pada 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya menekan emisi dan polusi dari moda transportasi tradisional yang selama ini beroperasi di kota wisata tersebut.

Bukan Tambah Kendaraan Baru, Tapi Alihkan Bentor Eksisting

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan menambah jumlah kendaraan baru di jalan. “Bukan menambah jumlah kendaraan baru, tapi melakukan konversi dari bentor (becak motor) menjadi becak listrik sehingga lebih ramah lingkungan dan tidak menghasilkan polusi,” ujarnya dalam workshop “Jogja Bersinar: Berwisata Nir Emisi dalam Mengurangi Pencemaran” di Yogyakarta, Jumat.

50 Pengemudi Tahap Awal, Pascapenghancuran Bentor

Tahap awal konversi menyasar 50 pengemudi becak motor. Bantuan diberikan setelah sejumlah sarana transportasi tradisional itu dihancurkan beberapa waktu lalu. Pemkot memastikan program ini berjalan secara bertahap hingga target 500 unit tercapai.

Dukung Pariwisata Berkelanjutan dan Ekosistem Kendaraan Listrik

Menurut Wawan, transisi ke transportasi ramah lingkungan merupakan langkah strategis mendukung sektor pariwisata berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. “Jogja Bersinar ini merupakan inovasi yang wajib didukung oleh berbagai pihak. Upaya mewujudkan berwisata nir emisi menjadi strategi untuk menciptakan nilai tambah bagi industri pariwisata Yogyakarta,” katanya.

Pemkot mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PLN dan pemangku kepentingan lain, untuk memperbanyak infrastruktur pendukung kendaraan listrik. “Kami berharap PLN dapat bermitra dengan para pelaku usaha untuk memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Yogyakarta,” tambah Wawan.

Tantangan Infrastruktur Pengisian Daya

Wawan mengakui bahwa tantangan utama pengembangan kendaraan listrik masih berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Ia menilai infrastruktur tersebut menjadi kunci untuk mendorong keyakinan masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Forum kolaboratif ini diharapkan mempertemukan pelaku industri pariwisata, produsen kendaraan listrik, pemerintah, hingga komunitas.

“Dunia usaha dan swasta perlu berperan aktif memperkuat ekosistem kendaraan listrik, termasuk pengembangan infrastruktur pengisian daya dan integrasi layanan digital,” kata Wawan.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top