10.544 Peminat Daftar UM-PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kampus Siapkan Layanan Kesehatan hingga Kantin

Penulis: Indra Firmansyah  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 20:17:31 WIB
Peserta UM-PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjalani ujian dengan fasilitas lengkap dan layanan kesehatan.

YOGYAKARTA — Dari total peminat yang mencapai 10.544 orang, sebanyak 6.936 calon mahasiswa telah resmi mendaftar sebagai peserta UM-PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga. Kuota penerimaan yang disediakan kampus untuk jalur ini sebanyak 1.458 mahasiswa baru.

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Sunan Kalijaga, Mochamad Sodik, mengatakan angka tersebut menunjukkan posisi strategis kampusnya sebagai simpul utama pelaksanaan SSE UM-PTKIN di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebanyak 1.648 peserta memilih kampus ini sebagai titik lokasi ujian.

Kesiapan Teknis dan Fasilitas Pendukung Ujian

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Istiningsih, memastikan seluruh kebutuhan teknis telah dipersiapkan secara matang. Mulai dari komputer, jaringan internet, pengawas, hingga ruang ujian telah diatur sesuai regulasi yang ditetapkan Kementerian Agama.

UIN Sunan Kalijaga juga menyiapkan fasilitas pendukung untuk kenyamanan peserta selama berada di lingkungan kampus. Layanan kesehatan, kantin, keamanan, dan transportasi disediakan untuk membantu peserta seleksi.

"Segala sesuatu yang dapat meringankan peserta sudah disiapkan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kami berkomitmen memastikan pelaksanaan tes ini berjalan lancar, tertib, adil, dan tidak ada pihak yang mengalami kesulitan," kata Istiningsih.

Antisipasi Perjokian dan Gangguan Teknologi

Guna menjaga integritas seleksi, kampus menggelar briefing khusus bersama para pengawas. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi berbagai isu nasional, termasuk potensi perjokian dan penyalahgunaan teknologi informasi yang bisa mengganggu jalannya ujian.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno, dalam arahannya secara virtual pada Senin lalu menekankan pentingnya layanan seleksi yang responsif dan ramah. Menurutnya, keterlibatan langsung pimpinan universitas dalam menyapa dan mengawal proses seleksi merupakan bentuk komitmen menghadirkan layanan humanis.

"Dalam konteks ini, UM-PTKIN bukan hanya menjadi ruang untuk menyeleksi calon mahasiswa, tetapi juga momentum bagi perguruan tinggi untuk menunjukkan kualitas pelayanan, kesiapan sistem, dan budaya akademik yang ramah bagi peserta," kata Amin.

Yogyakarta sebagai Kawasan Pendidikan Tinggi Islam

Mochamad Sodik menjelaskan, tingginya jumlah peminat perlu dipahami dalam konteks Yogyakarta sebagai kawasan pendidikan tinggi Islam dengan beberapa titik lokasi ujian yang jaraknya relatif berdekatan. Hal ini menjadikan UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu simpul penting pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2026, didukung akses strategis serta kesiapan fasilitas dan layanan ujian yang memadai.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top