Pemkot Yogyakarta Libatkan 500 Arsitek untuk Penataan Kampung, Target Ciptakan Destinasi Wisata Baru

Penulis: Jamal Nasution  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 20:25:01 WIB
Wali Kota Yogyakarta mengajak 500 arsitek untuk menata kampung sebagai destinasi wisata baru.

YOGYAKARTA — Pemkot Yogyakarta tidak bisa bekerja sendiri dalam urusan penataan kampung karena lebih banyak bergerak di aspek birokrasi dan administrasi. Karena itu, Wali Kota Hasto Wardoyo mengundang para ahli arsitektur untuk menghadirkan gagasan segar yang menyentuh aspek infrastruktur, kultur, budaya, dan sosial secara bersamaan.

"Kami mengundang para ahli arsitek agar kampung-kampung di Kota Yogyakarta bisa ditata menjadi lebih bagus dan memiliki daya tarik," kata Hasto saat audiensi dengan IAI DIY terkait Wellness Architecture Masterclass Satu Kampung Satu Arsitek di Yogyakarta, Kamis.

500 Arsitek Siap Turun ke Kampung

Ketua IAI DIY Erlangga Winoto menyebutkan program ini merupakan inisiatif pengembangan arsitektur berbasis kawasan yang mendorong keterlibatan arsitek secara langsung bersama masyarakat. Dari total anggota IAI DIY, sekitar 500 arsitek siap mendampingi warga di masing-masing kampung.

Kolaborasi ini juga akan diperkuat dengan kehadiran akademisi dan pegiat seni untuk memperkaya ide kreatif dalam proses perancangan kawasan. Pemkot berharap pendekatan multidisiplin ini mampu menghasilkan desain yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan masyarakat setempat.

Pakualaman Jadi Proyek Percontohan

Tahap awal program dimulai dengan pemetaan dan kajian kondisi eksisting di Kemantren Pakualaman. Setelah data terkumpul, para arsitek akan menyusun rancangan desain yang nantinya dipresentasikan kepada warga dan pemangku kepentingan.

"Kita mulai dari Pakualaman sebagai pilot project. Nanti kondisi yang ada dipresentasikan terlebih dahulu, kemudian baru didesain. Setelah desainnya jadi, baru bisa kita sampaikan lebih detail," ujar Hasto.

Target: Bukan Sekadar 'Oke', Tapi 'Wow'

Wali Kota menekankan bahwa hasil penataan kampung harus melampaui ekspektasi masyarakat. Ia meminta para arsitek tidak berhenti pada standar yang biasa, melainkan menghadirkan sesuatu yang luar biasa hingga mampu menjadi destinasi wisata.

"Saya berpesan jangan hanya membuat sesuatu yang sekadar oke. Oke itu biasa saja, tetapi kalau 'wow' itu di luar ekspektasi dan bisa menjadi destinasi wisata. Itu yang terpenting," kata Hasto.

Jika proyek percontohan di Pakualaman berhasil, konsep penataan kampung ini akan direplikasi ke wilayah lain di Kota Yogyakarta. Pemkot optimistis keterlibatan para profesional mampu mendorong transformasi kawasan permukiman menjadi ruang yang lebih nyaman, produktif, dan bernilai ekonomi.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top