DI YOGYAKARTA — Kecelakaan tunggal yang melibatkan truk trailer bermuatan besi wiremesh itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB di flyover Tol Kebon Jeruk. Material besi yang tumpah dan berserakan hingga ke jalur arteri memaksa petugas menutup total akses jalan layang selama lebih dari enam jam.
Akun resmi Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya mengunggah foto yang memperlihatkan tumpukan besi wiremesh berceceran di badan jalan layang dan sebagian jatuh ke bawah. Kondisi ini memaksa Satlantas Jakarta Barat mengalihkan arus kendaraan yang mengarah ke Layang Tomang menuju jalan arteri Grogol.
"Anggota Satlantas Jakarta Barat melakukan penutupan arus lalu lintas yang mengarah ke Layang Flyover Tomang arah Grogol Jakarta Barat imbas terjadinya kecelakaan tunggal kendaraan truk. Untuk arus lalu lintas dialihkan ke bawah," tulis TMC Polda Metro dalam keterangannya.
Proses pembersihan material besi dan pengevakuasian truk berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang. Sejumlah personel kepolisian dikerahkan tidak hanya di jalan layang, tetapi juga di jalan arteri untuk mengurai kepadatan yang sudah terbentuk sejak pukul 05.00 WIB. Pantauan TMC Polda Metro per pukul 10.14 WIB menunjukkan arus lalu lintas di Layang Tomang masih tersendat akibat penutupan.
Kombes Komarudin memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. "Lalin Tol Tomang sudah dibuka lagi, tadi evakuasi tumpahan (material) dampak laka di Layang Tomang," kata Kombes Komarudin dalam keterangannya kepada detikcom. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti truk trailer kehilangan kendali serta estimasi kerugian materiil akibat tumpahan besi wiremesh yang menutup jalan.