YOGYAKARTA — Tidak ada biaya operasional yang dipotong dari donasi yang masuk. Semua dana dari rekening komunitas digunakan penuh untuk membeli beras, sementara bantuan lain seperti popok dewasa dan kursi roda diperoleh melalui jalur hibah terpisah dari donatur.
Zainuri, relawan Komunitas Berbagi Beras, menjelaskan sistem ini diterapkan agar amanah donasi tidak tercampur. “Kalau yang untuk kayak popok, kursi roda itu biasanya kita lewat jalur hibah. Jadi biar donasi kita itu enggak bercampur karena ada amanah beras dan lain-lain. Mudah untuk didata agar transparan,” ujarnya dalam acara Star Playground di Star FM Yogyakarta.
Relawan tidak hanya menyerahkan beras lalu pergi. Saat pendistribusian, mereka mendata kebutuhan lain para penerima. Ada yang membutuhkan popok, ada yang memerlukan kursi roda, dan tidak sedikit rumah yang tidak layak huni.
“Datanya kemudian dikumpulkan untuk dijadikan program di bulan berikutnya,” kata Zainuri. Dari data itulah lahir program bedah rumah dan pembagian alat bantu mobilitas.
Saat ini, Komunitas Berbagi Beras telah menjangkau 50 daerah kapanewon di Yogyakarta. Beras yang sudah dikemas dengan desain berbeda setiap bulannya diambil oleh koordinator wilayah (korwil) untuk disalurkan ke relawan cabang.
“Beras nanti diambil kemudian didistribusikan ke relawan cabang yang membawa ke daerahnya masing-masing, kemudian diestafet ke Karang Taruna. Karang Taruna nanti menyalurkan secara door to door,” cetus Zainuri.
Komunitas ini membuka donasi melalui rekening yang akan ditutup pada tanggal 10 setiap bulannya. Selain beras, mereka juga mengirimkan hewan kurban saat Iduladha ke daerah-daerah prioritas di Yogyakarta, serta ke Kebumen dan Purworejo.
“Kalau ada data yang kita dapatkan untuk daerah sekitar Jogja yang membutuhkan, kita prioritaskan di Jogja dulu,” jelas Zainuri.
Komunitas Berbagi Beras membuka pendaftaran relawan tanpa syarat khusus dan tanpa batasan usia. Pendaftar bisa bergabung dengan korwil yang sudah ada untuk distribusi door to door, atau menjadi relawan lepas untuk kegiatan insidental bagi yang berada di luar Yogyakarta.
“Misalkan mau menjadi relawan yang door to door itu silakan bergabung dengan korwil yang sudah ada. Termasuk punya keahlian di tukang dan lain-lain itu bisa membantu bedah rumah dan lain-lain,” tutur Zainuri.
Harapan dari komunitas ini, kegiatan berbagi bisa terus berkembang tidak hanya di Yogyakarta, tetapi juga lintas daerah dan lintas generasi. “Jadi nanti bisa menjadi amal kita bersama,” pungkasnya.