DI YOGYAKARTA — Dokumenter ini dirancang bukan hanya sebagai nostalgia atas kesuksesan acara yang berakhir pada 2022. Peacock menyebut proyek ini akan mengupas "kebenaran rumit tentang harga ketenaran" serta menjawab pertanyaan yang selama ini menggantung seputar kepergian Williams dari acaranya sendiri.
Sudut pandang ini sengaja diambil untuk memberikan keseimbangan antara apresiasi budaya pop dan kritik terhadap industri hiburan. Penonton diajak melihat bagaimana tekanan fame berperan dalam keruntuhan karier seorang bintang besar.
Produser eksekutif Suzanne Bass, yang menduduki posisi yang sama selama 13 musim di acara tersebut, memimpin proyek ini. Yang menarik, lebih dari 20 staf yang pernah bekerja di The Wendy Williams Show akan berbagi pengalaman mereka selama bertugas.
Keterlibatan kru asli memberi dimensi berbeda dari dokumenter sebelumnya. Mereka adalah saksi langsung dinamika di balik layar yang tidak pernah terekspos ke publik selama acara itu mengudara.
Proyek ini hadir menyusul film Where Is Wendy Williams? yang tayang di Lifetime pada 2024. Dokumenter sebelumnya menyoroti kondisi kesehatan Williams pasca-pembatalan acaranya dan sempat memicu gugatan dari wali yang ditunjuk pengadilan untuk mencegah penayangannya, meski akhirnya tetap tayang sesuai rencana.
Dengan jarak waktu produksi yang panjang, Clap If You Care diharapkan mampu menyajikan materi yang lebih matang dan komprehensif. Tim produksi dari EverWonder Studio bersama Chris Witherspoon dan Vanessa Golembewski turut memperkuat proyek ini.
Bagi penggemar setia Williams di Indonesia, dokumenter ini bisa menjadi tontonan wajib untuk memahami kompleksitas industri talk show Amerika. Proyek ini juga menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap panggung, selalu ada cerita manusiawi yang jarang terlihat.