FiberStar, penyedia infrastruktur jaringan, memperkenalkan solusi internet Starlink dan Star Edu kepada 12 institusi pendidikan di Yogyakarta dan sekitarnya. Langkah ini menyasar sekolah-sekolah di pinggiran kota yang belum terjangkau jaringan fiber optik atau membutuhkan koneksi cadangan. Program yang digagas lewat forum "GO! NEXT 2026" ini juga menawarkan harga khusus bagi segmen pendidikan.
YOGYAKARTA — Keterbatasan akses internet masih menjadi pekerjaan rumah bagi sejumlah sekolah di wilayah pinggiran Yogyakarta. Menjawab persoalan itu, FiberStar menggelar forum diskusi "GO! NEXT 2026" yang mempertemukan 12 institusi pendidikan dan lembaga teknologi, mulai dari SMP, SMA, SMK negeri-swasta, hingga instansi teknologi komunikasi pendidikan.
Forum ini menjadi ajang pengenalan dua solusi konektivitas anyar: Starlink dan Star Edu. Kedua layanan tersebut diposisikan sebagai alternatif bagi sekolah yang berada di luar jangkauan kabel fiber optik, sekaligus opsi jalur cadangan (backup link) agar aktivitas digital pembelajaran tidak terputus.
Branch Manager FiberStar Jawa Tengah, Hendi Arlinto, menyebut digitalisasi pendidikan kerap terkendala infrastruktur yang tidak merata. Tidak semua institusi pendidikan berada di lokasi yang sudah dialiri jaringan fiber optik, terutama di wilayah kabupaten dan pinggiran kota.
Harga Khusus untuk Sekolah dan Lembaga Nirlaba
FiberStar tidak hanya menawarkan teknologi. Perusahaan ini menyertakan skema harga khusus yang ditujukan bagi segmen pendidikan dan lembaga nirlaba. Langkah ini dinilai penting untuk mengatasi keterbatasan anggaran infrastruktur yang kerap menjadi hambatan utama sekolah dalam mengadopsi teknologi baru.
"Transformasi digital dalam dunia pendidikan membutuhkan dukungan konektivitas yang sesuai dengan kebutuhan setiap institusi. Melalui GO! NEXT 2026, kami ingin memperkenalkan Starlink dan Star Edu sebagai alternatif solusi, khususnya bagi sekolah atau lembaga yang belum terjangkau jaringan fiber optik maupun yang membutuhkan konektivitas cadangan. Harapannya, semakin banyak institusi pendidikan yang memiliki pilihan solusi untuk mendukung aktivitas dan perkembangan digital mereka," ujar Hendi Arlinto.
Menjembatani Kesenjangan Digital di Pinggiran Kota
Kehadiran layanan ini menjadi angin segar bagi sekolah-sekolah di daerah yang selama ini kesulitan mendapatkan sinyal internet stabil. Dengan adanya opsi konektivitas berbasis satelit, proses belajar mengajar daring, ujian berbasis komputer, hingga akses materi digital diharapkan bisa berjalan lebih lancar meski lokasi sekolah berada di pelosok.
Hendi menambahkan, forum ini diharapkan menjadi titik awal kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan. Pihaknya membuka ruang kerja sama dengan dinas pendidikan, sekolah, maupun komunitas di Yogyakarta dan sekitarnya agar solusi yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
"Kami berharap forum ini bisa menjadi titik awal kolaborasi yang lebih luas, baik dengan dinas pendidikan, sekolah, maupun komunitas di Yogyakarta dan sekitarnya, agar solusi konektivitas ini dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan nyata di lapangan," tambahnya.