Pencarian

7 Event Unggulan Siap Meriahkan HUT ke-270 Kota Jogja, Wayang Jogja Night Carnival Pindah ke Sepanjang Malioboro

Selasa, 08 September 2026 • 11:17:01 WIB
7 Event Unggulan Siap Meriahkan HUT ke-270 Kota Jogja, Wayang Jogja Night Carnival Pindah ke Sepanjang Malioboro
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memaparkan rencana perayaan HUT ke-270 Kota Jogja dalam jumpa pers di Yogyakarta, Senin (7/9/2026).

YOGYAKARTA — Tema "Otentik, Konkret" dipilih Pemkot Yogyakarta sebagai bingkai perayaan HUT ke-270 Kota Jogja. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyebut tema ini berbicara tentang jati diri Yogyakarta yang diwujudkan dalam gerak dan karya nyata, bukan sekadar seremoni.

"Tema Otentik Konkret ini sangat tepat karena berbicara tentang jati diri Yogyakarta. Dan konkret itu bicara tentang bagaimana jati diri itu bisa diwujudkan dalam bentuk gerak dan karya yang akhirnya bisa bermanfaat bagi kita semua," kata Hasto dalam jumpa pers di Yogyakarta, Senin (7/9/2026).

Rute WJNC Diperpanjang, Target 40.000 Penonton Lebih Nyaman

Perbedaan paling mencolok pada puncak HUT nanti adalah lokasi WJNC. Karnaval wayang tahunan yang biasanya padat penonton ini akan digelar di sepanjang Malioboro hingga Titik Nol Kilometer pada 7 Oktober.

Perubahan rute ini bukan tanpa alasan. Hasto menyebut pengalaman WJNC tahun-tahun sebelumnya menarik sekitar 40.000 penonton yang berjubel di lokasi. Dengan rute yang lebih panjang, ia berharap penonton bisa lebih leluasa menyaksikan atraksi.

"Kita tarik lebih panjang dari teteg (rel Malioboro) sampai ke Titik Nol agar bisa dinikmati. Malioboro adalah tempat yang paling top dan interest publik. Makanya sebetulnya kami menghormati pengunjung Malioboro tidak repot-repot (saat) WJNC," ujarnya.

7 Event Unggulan dan 20 Acara Pendukung Sepanjang Oktober

Pemkot tidak hanya menyiapkan acara pada hari puncak. Selama Oktober, ada tujuh event unggulan yang digelar: YK Festisale, Simfoni 1001 Pembatik di Malioboro, Sarkemfest, WJNC, Kustomfest, Otentik City Rally, dan satu agenda lainnya. YK Festisale sendiri berupa promo dan diskon yang melibatkan sektor perdagangan, UMKM, ritel, hingga hotel untuk menggerakkan aktivitas ekonomi.

Selain itu, terdapat 20 event pendukung yang tersebar sepanjang bulan, antara lain Ekspo Karya Pemuda, Malioboro Coffee Night, Festival Inovasi Jogja, 270 Otentik Running, hingga Bakpia Day. Pada September, sembilan agenda road to HUT juga sudah berjalan, termasuk Jogja Coffee Week dan Festival Kebudayaan Yogyakarta.

Hasto menegaskan bahwa event yang digelar selama sebulan penuh ini bertujuan memperpanjang lama tinggal wisatawan di Yogyakarta. "Kenapa kita itu membuat tujuh event unggulan, pendukung, dan road to karena kita itu ingin memperbanyak pengunjung di Yogya. Itu sebetulnya kita ingin supaya length of stay orang yang ke Yogya lebih panjang," paparnya.

Hotel PHRI Sajikan Menu Khas Jogja saat Puncak HUT

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Yogyakarta Kadri Renggono menambahkan, pada 7 Oktober seluruh hotel anggota PHRI akan menyajikan menu khas Jogja untuk sarapan pagi. Ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan kuliner lokal kepada wisatawan yang menginap.

"Tujuh event unggulan mencerminkan Pentahelix dari ekosistem ekonomi kreatif. Ada pemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi, dan komunitas. Ini yang kita perlihatkan karena semuanya harus berjalan bersama-sama," ucap Kadri.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: yogyapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks