Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman Meluncur 30 Agustus, Ini Cara Nontonnya

Penulis: Hendri Saputra  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:54:02 WIB
Teleskop luar angkasa Nancy Grace Roman dijadwalkan meluncur pada 30 Agustus menggunakan roket Falcon Heavy milik SpaceX dari Kennedy Space Center, Florida.

DI YOGYAKARTA — Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) akan mengirim teleskop luar angkasa generasi terbarunya, Nancy Grace Roman Space Telescope, ke orbit pada akhir bulan ini. Misi ini dijadwalkan lepas landas pada Jumat (30/8) pukul 07.26 waktu Eastern (sekitar pukul 18.26 WIB), dengan roket pendorong Falcon Heavy milik SpaceX dari Launch Complex 39A di Kennedy Space Center, Florida.

Jika jadwal pertama gagal karena kendala teknis atau cuaca, NASA dan SpaceX menyiapkan slot cadangan pada 31 Agustus pukul 07.22 waktu Eastern (sekitar pukul 18.22 WIB).

Di Mana Nonton Siaran Langsung Peluncuran?

NASA akan memulai siaran langsung di situs resmi agensi dan akun X (sebelumnya Twitter) SpaceX mulai pukul 06.20 waktu Eastern (sekitar pukul 17.20 WIB). Penonton dari Indonesia bisa mengakses kedua kanal tersebut secara gratis tanpa perlu langganan.

Sebelum hari-H, ada dua agenda yang layak diikuti. Pada 29 Agustus pukul 09.00 waktu Eastern, tim misi Roman akan menggelar sesi pengarahan sains (mission science briefing). Disusul konferensi pers pra-peluncuran pada waktu yang belum diumumkan lebih lanjut.

Mengapa Teleskop Ini Spesial?

Nancy Grace Roman bukan teleskop biasa. Namanya diambil dari astronom perempuan pertama yang menjabat sebagai Chief of Astronomy di NASA, yang dijuluki "Mother of Hubble" karena perannya dalam perencanaan Teleskop Luar Angkasa Hubble.

Perbedaan utamanya ada di bidang pandang. Roman mampu menangkap area langit setidaknya 100 kali lebih luas dibanding Hubble dalam sekali pengamatan. Artinya, teleskop ini bisa memotret hamparan alam semesta yang jauh lebih lebar dalam waktu bersamaan.

Ada dua misi utama yang diemban Roman. Pertama, mempelajari energi gelap (dark energy) — gaya misterius yang diduga mempercepat ekspansi alam semesta — menggunakan teknik pengamatan berbeda dari pendahulunya. Kedua, teleskop ini punya kemampuan memblokir cahaya bintang agar planet ekstrasurya (exoplanet) di sekitarnya terlihat lebih jelas.

Dengan data yang dikumpulkan, ilmuwan berharap bisa menjawab apa yang menentukan kelayakhunian sebuah planet dan seberapa umum tata surya seperti kita di galaksi.

Kesiapan Teknis Menuju Peluncuran

Insinyur NASA menyelesaikan pemeriksaan akhir cermin utama teleskop pada akhir Mei lalu untuk memastikan tidak ada kerusakan selama proses pengujian. Pada awal Juni, NASA mengumumkan percepatan jadwal peluncuran dari rencana awal September menjadi 30 Agustus.

Kini, teleskop inframerah tersebut sudah terbungkus di dalam fairing roket Falcon Heavy dan menunggu hitung mundur di Florida.

Konteks untuk Pembaca Indonesia

Meski peluncuran berlangsung di Amerika Serikat, misi ini tetap relevan untuk diamati karena data sains yang dihasilkan Roman akan terbuka untuk peneliti global, termasuk dari Indonesia. Bagi penggemar astronomi di Tanah Air, siaran langsung peluncuran bisa disaksikan lewat perangkat masing-masing mengingat NASA menyediakan akses gratis di kanal resminya.

Ini menjadi peluncuran teleskop antariksa besar kedua setelah James Webb Space Telescope yang tiba di orbit pada 2022. Berbeda dengan Webb yang fokus pada inframerah dekat dan menengah, Roman dirancang untuk survei langit skala luas dengan kecepatan tinggi.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top