Kementerian PU Salurkan 9.200 Liter Air Bersih untuk 185 KK Terdampak Kekeringan di Nabire

Penulis: Jamal Nasution  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:07:31 WIB
Petugas BWS Papua menyalurkan air bersih menggunakan dua unit dump truck untuk 185 KK terdampak kekeringan di Nabire, Papua Tengah.

DI YOGYAKARTA — Kekeringan yang melanda tiga titik permukiman di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, memaksa warga menempuh jarak hingga dua kilometer untuk mendapatkan air dari Sungai Kalibumi. Kondisi ini mendorong Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua bergerak menyalurkan air bersih menggunakan dua unit dump truck yang membawa empat tandon berkapasitas 2.300 liter per unit.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas ketika sumber air utama mulai mengering. "Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipastikan ketersediaannya. Ketika sumber air warga mengalami kekeringan, Kementerian PU melalui jajaran di lapangan harus bergerak untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut," ucap Dody dalam keterangan tertulis, Jumat, 28 Agustus.

Tiga Titik Terdampak dan Proyeksi Kebutuhan Harian

Bantuan tahap awal menyasar tiga lokasi permukiman dengan rincian 60 KK di SP C Jalur 3, 60 KK di SP 1 Jalur 2 Timur, dan 65 KK di SP 1 Jalur 1 Timur. Berdasarkan pemantauan lapangan, konsumsi air warga mencapai sekitar 200 liter per KK per hari, sehingga total kebutuhan harian di ketiga lokasi diperkirakan menembus 37.000 liter.

Distribusi air bersih ini tidak hanya menjangkau rumah tangga. Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan puskesmas turut menjadi prioritas agar aktivitas pelayanan masyarakat tetap berjalan selama masa kekeringan.

Respons Cepat di Tengah Keterbatasan Akses

Kekeringan yang memicu mengeringnya sumur warga ini terjadi di tengah keterbatasan infrastruktur air di wilayah permukiman tersebut. BWS Papua akan melanjutkan penyaluran air secara berkala dengan memantau perkembangan kondisi di lapangan.

"Kami akan terus memantau kondisi dan memastikan dukungan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat," kata Dody, menegaskan komitmen jajarannya untuk beroperasi selama masa darurat masih berlangsung.

Kementerian PU juga menyiapkan langkah antisipasi apabila kekeringan berlanjut dan kebutuhan air meningkat. Penanganan ini menjadi bagian dari upaya menjaga akses air bersih bagi warga yang kehilangan sumber air utama mereka.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top