DI YOGYAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat adanya babak baru bagi produk lokal di pasar Amerika Selatan. CV Pangantama Makmur Abadi dan CV Arva Indonesia berhasil mengekspor produk camilan sehat ke Cili, membuka peluang kerja sama jangka panjang dengan jaringan ritel modern di negara tersebut.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengapresiasi capaian ini sebagai langkah strategis diversifikasi pasar. Menurutnya, keberhasilan ini selaras dengan upaya pemerintah mendorong produk bernilai tambah menembus pasar non-tradisional.
"Transaksi ini dapat menjadi awal keberlanjutan kerja sama jangka panjang dengan buyer setempat. Hal ini selaras dengan upaya Kemendag untuk meningkatkan ekspor produk ke pasar global," ujar Puntodewi.
CV Pangantama Makmur Abadi memasok lima varian keripik buah dan sayuran, yaitu mangga, apel, nangka, brokoli, dan jamur. Sementara itu, CV Arva Indonesia mengekspor keripik tempe dengan tiga varian rasa premium: truffle, honey butter, dan himalayan salt basil.
Pemilik CV Pangantama Makmur Abadi, Irene Hartanto, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan pemerintah dalam proses penjajakan bisnis hingga transaksi perdana ini terealisasi.
"Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mewujudkan keberhasilan pada transaksi awal, semoga ke depan kami dapat terus konsisten dalam kegiatan ekspor ini," kata Irene. Ia juga mendorong pelaku UMKM lain untuk memanfaatkan fasilitas pendampingan ekspor dari Kemendag agar produk lokal semakin mudah menembus pasar internasional.
Di luar transaksi yang telah terealisasi, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago bersama KBRI Santiago tengah menjajaki peluang ekspor baru. Pada 29 Juli 2026, dilakukan business matching antara PT Mega Inovasi Organik dan importir Agro Imagina.
Wakil Kepala ITPC Santiago, Tesa Listva Kusumawardani, menyebut Agro Imagina menunjukkan ketertarikan pada produk rempah-rempah Indonesia. Kedua perusahaan kini tengah membahas aspek teknis seperti spesifikasi produk, standar kualitas, kemasan, harga, hingga kapasitas pasok.
"Berdasarkan hasil pembahasan awal, potensi pembelian produk rempah-rempah oleh Agro Imagina pada 2026 diperkirakan sebanyak satu kontainer 20 feet dengan potensi nilai transaksi sebesar USD 70.000," ujar Tesa.
PT Mega Inovasi Organik merupakan salah satu perusahaan yang terpilih mewakili Paviliun Indonesia dalam Espacio Food & Service 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 29 September hingga 1 Oktober 2026. ITPC Santiago akan terus mendampingi komunikasi bisnis, termasuk pemantauan pengiriman dan pemenuhan persyaratan impor di Cili.
Peluang ekspansi ini didukung oleh kinerja neraca perdagangan yang positif. Pada periode Januari–Juni 2026, total perdagangan Indonesia-Cili mencapai USD 277,4 juta, dengan nilai ekspor Indonesia yang tercatat surplus.
Keberhasilan dua UMKM ini menjadi indikator bahwa produk olahan Indonesia mampu bersaing di pasar yang menuntut standar kualitas tinggi. Jika respons konsumen Cili positif, bukan tidak mungkin volume pembelian akan meningkat pada periode berikutnya, sejalan dengan target pemerintah memperluas pangsa pasar ekspor nasional.