DI YOGYAKARTA — Bermain game kini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang. Industri game dan esports Indonesia terus bertumbuh, didorong tingginya penggunaan perangkat mobile dan meningkatnya keterlibatan pemain. Proyeksi pendapatan pasar dari PwC menunjukkan angka US$1,6 miliar pada 2024 dan naik signifikan menjadi US$2,4 miliar pada 2029.
Indonesia tercatat memiliki lebih dari 154 juta pemain game. Ekosistem ini juga didukung sekitar 2.000 pengembang dan penerbit aktif yang berkontribusi sekitar 4% terhadap PDB ekonomi kreatif nasional.
Peluang kerja di industri gaming tidak terbatas pada satu profesi. Pemain bisa mengembangkan diri melalui beberapa jalur berikut:
Sumber penghasilan juga bisa datang dari sponsorship, affiliate marketing, hingga kerja sama dengan brand. Semua ini membutuhkan strategi dan konsistensi, bukan sekadar bermain berjam-jam.
Indonesia terus didorong untuk tidak hanya menjadi pasar konsumen game. Program IGDX (Indonesia Game Developer Exchange) telah menjadi wadah yang mempertemukan pengembang lokal dengan investor dan mitra industri global. Inisiatif ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen game di kancah internasional.
Infrastruktur digital yang semakin merata turut mempercepat pertumbuhan ekosistem ini. Keterlibatan pemain yang tinggi dari berbagai daerah menjadi modal utama bagi pengembang untuk menciptakan produk yang relevan dengan pasar lokal.
Peluang cuan dari hobi game memang terbuka lebar, tetapi tidak datang dengan sendirinya. Kuncinya adalah mengubah hobi menjadi skill bernilai, membangun konten yang menarik, dan menumbuhkan komunitas. Di era digital, permainan yang dikelola dengan serius bisa berkembang menjadi profesi dan peluang bisnis berkelanjutan.