Jalin Kerja Sama Energi dengan Rusia, RI Tawarkan Lebih dari 100 Blok Migas

Penulis: Galih Prayoga  •  Jumat, 04 September 2026 | 15:59:31 WIB
Menteri ESDM menawarkan lebih dari 100 blok migas kepada investor Rusia dalam proses lelang.

DI YOGYAKARTA — Penawaran itu disampaikan langsung di sela-sela lawatan kenegaraan yang berlangsung pekan ini. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, mengungkapkan pemerintah membuka kesempatan bagi investor Rusia untuk mengikuti proses lelang wilayah kerja migas yang jumlahnya disebut mencapai ratusan.

"Kementerian ESDM menawarkan sekian puluh atau sekian ratus, lebih dari seratus blok migas kepada investor-investor dari Rusia jika mereka tertarik untuk mengikuti proses lelang," ujar Erani di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Kendati jumlahnya signifikan, Erani belum bersedia merinci blok migas mana saja yang masuk dalam daftar tawaran tersebut. Ia menyebut penjelasan detail akan disampaikan langsung oleh Menteri ESDM mengingat kewenangan teknis berada di tingkat kementerian. Prabowo Ajak Pengusaha Rusia Bangun Industri di Indonesia

Tawaran ini merupakan tindak lanjut dari ajang Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Kamis (3/9/2026). Di forum yang dihadiri para pemimpin negara dan pelaku usaha global itu, Prabowo secara eksplisit mengundang pengusaha Rusia untuk berinvestasi langsung di Indonesia.

"Datanglah ke Indonesia. Bekerjalah bersama kami. Berproduksilah bersama kami. Mari kita membangun industri bersama," kata Prabowo dalam pidatonya.

Undangan ini mencakup spektrum kerja sama yang lebih luas dari sekadar perdagangan. Pemerintah Indonesia mendorong kolaborasi di bidang investasi langsung dan produksi bersama yang dinilai mampu memberi nilai tambah bagi perekonomian kedua negara. Indonesia: Gerbang Strategis ke Pasar ASEAN dan Indo-Pasifik

Daya tarik utama yang ditonjolkan pemerintah dalam negosiasi ini adalah posisi geografis Indonesia. Prabowo memperkenalkan Indonesia sebagai pintu masuk menuju pasar Asia Tenggara dan kawasan Indo-Pasifik yang jauh lebih besar dibanding pasar domestik Rusia.

"Dan dari Indonesia, mari kita bersama-sama menjangkau pasar ASEAN dan Indo-Pasifik yang lebih luas," tegasnya.

Skema ini dirancang agar investor Rusia tidak hanya menikmati pasar dalam negeri Indonesia yang berpenduduk lebih dari 270 juta jiwa, tetapi juga menjadikan Tanah Air sebagai basis produksi untuk ekspor ke negara-negara tetangga. Danantara Jadi Jembatan Investasi Dua Negara

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai instrumen strategis memperkuat hubungan modal antara Indonesia dan Rusia. Lembaga ini mengelola aset mencapai USD 1 triliun atau setara sekitar Rp 16.000 triliun.

"Danantara dapat menjadi jembatan tempat pasar modal serta tujuan strategis Rusia dan Indonesia bertemu," jelas Prabowo.

Kehadiran Danantara menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak hanya menawarkan sumber daya alam, tetapi juga menyiapkan institusi keuangan yang dapat memfasilitasi skema pembiayaan bersama. Bagi Rusia, kerja sama ini membuka akses baru di tengah sanksi ekonomi Barat, sementara bagi Indonesia, aliansi strategis ini mempercepat target peningkatan produksi migas nasional yang terus menurun dalam satu dekade terakhir.

Arah kerja sama ini akan menentukan apakah ratusan blok migas yang ditawarkan benar-benar berujung pada investasi konkret atau sekadar nota kesepahaman dalam sambutan hangat.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top