DI YOGYAKARTA — Lenovo menyediakan tiga profil audio: Dynamic, Movie, dan Music. Mode Dynamic mengadaptasi suara secara otomatis, Movie menonjolkan dialog, dan Music diarahkan untuk mendengarkan lagu. Yang lebih menarik adalah Bluetooth Speaker Mode — tablet ini bisa difungsikan sebagai speaker Bluetooth untuk perangkat lain, membuatnya relevan walau layar sedang mati.
Bobot 775 gram jelas bukan untuk dipegang sambil rebahan. Lenovo menjawabnya dengan kickstand yang menyatu ke bodi belakang dan bisa diputar penuh 360 derajat. Ada empat mode penggunaan: Lean untuk mengetik atau menggambar, Theater dan Stand untuk menonton video, serta Hanging yang memungkinkan tablet digantung.
Mode Hanging adalah yang paling unik dan praktis — bisa digantung di kabinet dapur untuk melihat resep atau menonton video sambil memasak. Desain ini mengubah cara pandang kami terhadap tablet: ini bukan perangkat mobile, melainkan hiburan rumah yang bisa dipindah-pindah.
Bodi berwarna Celestial White dengan finishing matte ini juga tidak mudah meninggalkan bekas sidik jari, sebuah detail kecil yang patut diapresiasi untuk perangkat yang sering dipegang di area dapur.
Untuk menyeimbangi audio yang "rata kanan", Lenovo menyematkan layar 12,1 inci beresolusi 2,5K (2.560 x 1.600 piksel) dengan refresh rate 120Hz. Panelnya masih IPS LCD, bukan OLED, namun dukungan Dolby Vision dan HDR10 membantu menjaga kualitas gambar tetap baik.
Tingkat kecerahan mencapai 800 nits dalam high brightness mode (HBM), cukup untuk digunakan di ruangan terang dekat jendela. Rasio 16:10 memang bukan ideal untuk menonton film layar lebar (akan ada letterbox), tapi kompromi ini wajar untuk tablet multitasking.
Ditenagai MediaTek Dimensity 7400 dengan CPU octa-core (4x Cortex-A78 hingga 2,6 GHz dan 4x Cortex-A55 hingga 2 GHz) serta GPU Mali-G615 MC2, performanya berada di kelas menengah. Di Indonesia, tablet ini hadir dengan RAM LPDDR5 8 GB dan penyimpanan UFS 3.1 128 GB atau 256 GB, plus slot microSD hingga 2 TB.
Chipset ini bukan untuk gaming berat atau editing video profesional, tapi jelas lebih dari cukup untuk streaming, browsing, dan produktivitas ringan. Baterai 10.200 mAh dengan fast charging 45W seharusnya mampu menemani pemakaian harian, meski kami belum bisa menguji daya tahannya secara riil.
Lenovo Tab Plus Gen 2 adalah produk niche yang jelas tahu target pasarnya. Ini bukan pengganti iPad atau tablet flagship untuk produktivitas, melainkan hiburan rumah portabel yang bisa difungsikan sebagai layar digital, speaker Bluetooth, dan bingkai foto dalam satu perangkat.
Jika kebutuhan utamamu adalah menonton film, mendengarkan musik, dan menginginkan perangkat yang bisa "menetap" di meja atau dapur, tablet ini menawarkan nilai yang unik. Namun, jika kamu butuh tablet ringan untuk dibawa ke mana-mana atau performa gaming tinggi, ada opsi lain yang lebih masuk akal di kelas harga yang sama.
Kami masih perlu menguji daya tahan baterai, kualitas audio dalam jangka panjang, dan performa harian untuk memberikan penilaian final. Yang jelas, Lenovo berhasil membuat produk yang tidak bisa disamakan dengan tablet lain di pasaran saat ini.