DI YOGYAKARTA — Kekalahan ini memperpanjang derita Indonesia di fase penyisihan grup. Korea Selatan mendominasi hampir seluruh pertandingan, mencetak 31 poin di kuarter ketiga dan 32 poin lagi di kuarter keempat, sementara Indonesia hanya mampu menambah 11 dan tujuh angka pada periode yang sama.
Indonesia sebenarnya membuka pertandingan dengan cukup menjanjikan. Ali Alhadar mencetak tiga angka pembuka, disusul dua poin Lester Prosper, membuat Indonesia sempat memimpin 5-0.
Namun Lee Hyunjung cepat merespons dan menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Sejak titik itu, Korea Selatan mengambil alih kendali dan menutup kuarter pertama dengan keunggulan 18-10.
Kuarter kedua sempat berlangsung lebih kompetitif. Hendrick Yonga membuka perolehan poin Indonesia, dan skuad Merah Putih mampu mencetak 20 angka pada periode tersebut. Korea Selatan tetap konsisten dengan tambahan 21 poin, menutup paruh pertama dengan keunggulan 39-30.
Momentum berubah total setelah turun minum. Indonesia kesulitan menemukan ritme serangan, sementara Korea Selatan semakin leluasa mengembangkan permainan dan menutup kuarter ketiga dengan keunggulan 70-41.
Di tengah kekalahan telak, Derrick Michael Xzavierro mencatatkan double-double dengan 12 poin dan 11 rebound. Yudha Saputera menjadi pencetak angka terbanyak Indonesia dengan 17 poin dan satu assist.
Kontribusi keduanya belum cukup mengimbangi dominasi Korea Selatan. Pertahanan rapat lawan membuat Indonesia hanya mampu menambah tujuh poin di kuarter terakhir, sementara Korea Selatan terus menggila hingga menutup laga 102-48.
Dengan hasil ini, Indonesia berada di posisi ketiga klasemen sementara Pool A dengan koleksi dua poin. Korea Selatan memimpin grup dengan empat poin dari dua kemenangan.
Skuad Merah Putih masih memiliki satu pertandingan tersisa di fase penyisihan. Indonesia akan menghadapi Arab Saudi pada 13 September 2026, dengan waktu istirahat sehari untuk memulihkan kondisi fisik.
Laga melawan Arab Saudi menjadi penentuan apakah Indonesia masih punya peluang lolos ke babak berikutnya atau harus mengakhiri perjalanan di Asian Games 2026 lebih cepat dari yang diharapkan.