DI YOGYAKARTA — Kekalahan 5-0 dari Chelsea di Leigh Sports Village menjadi pukulan terberat bagi Manchester United musim ini. Ini bukan pertama kalinya United hancur oleh Chelsea — tiga kekalahan terbesar mereka di WSL, semuanya datang dari tim yang sama.
Eva Olid baru tiga pekan menangani United. Dua laga pertamanya berakhir dengan kekalahan: dari London City Lionesses, lalu dibantai Chelsea. Harapan meraih poin sebenarnya tipis sejak awal, meski Chelsea sempat ditahan Aston Villa 1-1 pekan sebelumnya.
Kekecewaan fans United terlihat jelas di Leigh Sports Village saat peluit panjang berbunyi. Namun menilai Olid hanya dari laga melawan tim mapan seperti Chelsea milik Sonia Bompastor terbilang terburu-buru.
Olid sendiri mengakui beratnya situasi yang dihadapinya. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan dirinya tetap berpegang pada prinsipnya meski hasil belum berpihak.
"Ini pertandingan yang sulit untuk membangun kepercayaan diri di lini serang, tapi saya di sini untuk membangun identitas, dan saya harus setia pada itu," kata Olid.
United berikutnya menghadapi Arsenal. Dua laga berat beruntun ini akan menguji seberapa jauh Olid bisa menanamkan idenya di tengah tekanan hasil.
Arsenal mendominasi segalanya melawan Crystal Palace — kecuali mencetak gol. Bermain di Emirates, mereka mencatat 79% penguasaan bola, melepas 30 tembakan (sembilan tepat sasaran), dan 70 sentuhan di kotak penalti lawan.
Dua kali bola menghantam tiang gawang. Peluang emas terbuang. Kiper Palace, Pauline Peyraud-Magnin, tampil luar biasa dengan delapan penyelamatan.
Hasil imbang tanpa gol ini mengulang pola musim lalu, ketika enam hasil imbang pada akhirnya menggagalkan upaya Arsenal mengejar gelar.
"Ya, ada hal-hal bagus tapi pada akhirnya ini soal mencetak gol dan kami tidak melakukannya hari ini," ujar pelatih kepala Arsenal, Renée Slegers.
London City Lionesses datang ke Dagenham dengan modal kemenangan atas Manchester United. Mereka pulang dengan kekalahan pertama musim ini.
Manajer West Ham, Rita Guarino, menyusun tim dengan tepat. Duet Katie Zelem dan Saki Kumagai di lini tengah berhasil mematikan Alexia Putellas dan Rosa Kafaji. Riko Ueki menyapu bersih di depannya.
Dua pemain Prancis West Ham, Viviane Asseyi dan Kelly Gago, sama-sama mencetak gol lewat serangan balik presisi. Kemenangan pertama The Hammers musim ini.
Liverpool mengumpulkan empat poin dari dua laga — kemajuan signifikan dibanding musim lalu ketika mereka baru meraih kemenangan pada 25 Januari. Fleksibilitas taktik Gareth Taylor terlihat saat memasukkan Aurélie Csillag di babak kedua, yang langsung mencetak gol penyama kedudukan melawan Tottenham.
"Mereka tidak akan memberikan ruang dengan mudah. Kadang ruangnya berubah. Aurélie masuk memberikan proposisi berbeda untuk bek empat karena dia sangat kuat secara fisik," kata Taylor.
Di sisi lain, Manchester City menjadi satu-satunya tim dengan rekor sempurna setelah dua laga. Kemenangan 4-1 atas Aston Villa menunjukkan ketajaman lini serang asuhan Andrée Jeglertz. Khadija Shaw sudah mengoleksi tiga gol, sementara City mencatat 55 sentuhan di kotak penalti lawan berbanding 15 milik Villa.
"Kami punya pencetak gol berbeda di setiap pertandingan sejauh ini," ujar Lauren Hemp kepada Sky Sports. "Dan penting untuk menjaga momentum menjelang laga berikutnya."