Arab Saudi Diperingatkan AS soal Ancaman Rudal, Wisatawan Diminta Waspada

Penulis: Galih Prayoga  •  Jumat, 18 September 2026 | 11:24:31 WIB

DI YOGYAKARTA — Departemen Luar Negeri Amerika Serikat meminta warganya mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke Arab Saudi menyusul risiko serangan rudal, drone, dan terorisme di sejumlah lokasi strategis. Penerbangan komersial ke Madinah masih beroperasi, tetapi wisatawan perlu memantau status penerbangan secara berkala. Imbauan ini juga memengaruhi jemaah Umrah yang tetap bisa beribadah di Masjid Nabawi dengan izin Nusuk untuk area Rawdah.

Sejumlah negara memperbarui peringatan perjalanan ke Arab Saudi seiring ketegangan militer yang belum mereda di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Amerika Serikat menyebut fasilitas militer, bandara, lokasi diplomatik, hingga infrastruktur energi sebagai titik yang berpotensi terdampak serangan rudal, drone, dan terorisme.

Risiko tidak hanya soal serangan langsung. Puing rudal atau drone yang berhasil dicegat pun bisa jatuh ke kawasan permukiman, sehingga wisatawan yang sedang merencanakan perjalanan diminta memperhitungkan situasi ini.

Negara-Negara yang Perbarui Imbauan

Inggris meminta warganya menghindari wilayah di sekitar perbatasan Yaman. Australia mengimbau wisatawan mempertimbangkan kembali perjalanan dan menjauhi kawasan tersebut. Kanada memperingatkan potensi gangguan penerbangan akibat aktivitas militer.

Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi penerbangan di sekitar Teluk Persia dan Teluk Oman. Ketegangan di sekitar Yaman, termasuk aktivitas kelompok Houthi dan pertempuran di pesisir Laut Merah serta Selat Bab al-Mandeb, menambah risiko keamanan regional dan jalur pelayaran.

Pembatasan Khusus bagi Pegawai AS

Pemerintah AS memberlakukan larangan bepergian dalam radius sekitar 32 kilometer dari perbatasan Yaman bagi pegawainya. Perjalanan ke Jizan, Asir, Najran, dan Qatif juga memerlukan izin khusus.

Status Bandara Madinah dan Penerbangan

Bandara Madinah masih beroperasi dan belum ada pengumuman resmi soal penutupan. Otoritas Arab Saudi melaporkan fasilitas East–West Pipeline di wilayah Madinah menjadi sasaran serangan pada 10 September, namun tidak ada laporan serangan yang menyasar Kota Madinah maupun bandara.

Jadwal penerbangan menuju Madinah masih mencakup rute domestik dan internasional. Maskapai seperti Saudia dan flynas tetap melayani sejumlah penerbangan domestik serta rute regional. Meski begitu, ketersediaan jadwal tidak menjamin penerbangan berangkat sesuai rencana atau kursi masih tersedia saat pemesanan.

Calon penumpang disarankan memantau status penerbangan melalui pelacak penerbangan MED, situs resmi bandara, atau aplikasi maskapai. Rute alternatif via Jeddah atau Riyadh bisa jadi pertimbangan sebelum membeli tiket.

Panduan bagi Jemaah Umrah

Madinah tetap dapat menjadi tujuan jemaah selama musim Umrah 1448 Hijriah. Rangkaian ibadah utama berlangsung di Makkah, tetapi jemaah biasanya juga mengunjungi Masjid Nabawi.

  • Izin masuk area Rawdah diperoleh melalui aplikasi Nusuk
  • Salat biasa di Masjid Nabawi tidak memerlukan izin khusus
  • Dokumen izin masuk Arab Saudi harus masih berlaku
  • Vaksin meningokokus ACWY wajib bagi jemaah Umrah
  • Vaksin demam kuning berlaku bagi pelancong dari negara tertentu

Tips Persiapan Sebelum Berangkat

Periksa kebijakan maskapai soal perubahan jadwal, pembatalan, dan pengembalian dana untuk mengantisipasi gangguan perjalanan. Siapkan rencana perjalanan yang fleksibel dengan memperhatikan cuaca dan perkembangan keamanan terbaru.

Wisatawan dari luar negeri perlu mencermati penerbangan lanjutan secara terpisah, khususnya bagi yang transit di kawasan Teluk. Informasi terkini dapat dikonfirmasi melalui maskapai atau otoritas bandara setempat.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top