BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia, Yogyakarta Berawan Tebal

Penulis: Hendri Saputra  •  Jumat, 18 September 2026 | 13:13:31 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan mengguyur sejumlah daerah di Indonesia akibat sirkulasi siklonik yang terbentuk di Laut Cina Selatan. Prakirawan BMKG Alya Sausan menyebut sistem tersebut meningkatkan potensi hujan di Sumatera bagian utara hingga tengah, Laut Natuna utara, dan Kalimantan bagian utara. Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya diprakirakan berawan hingga berawan tebal.

YOGYAKARTA — BMKG memprakirakan hujan turun di sejumlah wilayah Indonesia. Sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan menjadi pemicu utama peningkatan potensi hujan tersebut.

“Sirkulasi siklonik diperkirakan terbentuk di Laut Cina Selatan. Sistem ini dapat meningkatkan potensi hujan di sekitar Sumatera bagian utara hingga tengah, Laut Natuna utara serta Kalimantan bagian utara,” ujar Prakirawan BMKG Alya Sausan dalam siaran yang diikuti dari Jakarta, Jumat.

Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan

Peningkatan hujan juga diprakirakan terjadi di Jawa Barat hingga Banten, Papua bagian tengah, serta perairan utara Papua. Hujan ringan diperkirakan turun di Medan, Pekanbaru, Padang, Serang, Bandung, Semarang, Tanjung Selor, dan Samarinda.

Untuk wilayah timur Indonesia, potensi hujan ringan perlu diwaspadai di Palu, Mamuju, Manokwari, Nabire, dan Jayapura.

Yogyakarta hingga Surabaya Diprakirakan Berawan

Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya diprakirakan berawan hingga berawan tebal. Tidak ada indikasi hujan untuk ketiga kota tersebut dalam prakiraan kali ini.

Potensi udara kabur terdapat di Banda Aceh, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Pontianak, dan Banjarmasin. Sementara potensi asap atau kabut diprakirakan muncul di Palangkaraya.

Potensi cerah berawan hingga berawan tebal terdapat di Manado, Makassar, Jayawijaya, Kupang, Gorontalo, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, dan Merauke.

Waspadai Angin Kencang dan Gelombang Laut

Selain hujan, peningkatan kecepatan angin permukaan perlu diwaspadai di Bali, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan ketinggian gelombang laut di wilayah perairan sekitarnya.

BMKG mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui kanal informasi resmi BMKG.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top