Ulasan Hotel Buatan AI Meningkat 2026, Ini Cara Deteksi Sebelum Pesan Kamar

Penulis: Indra Firmansyah  •  Sabtu, 19 September 2026 | 14:06:31 WIB

DI YOGYAKARTA — Originality.ai menemukan lebih dari 20 persen ulasan hotel mewah pada 2025 dibuat oleh kecerdasan buatan, angka yang dua kali lipat dibanding 2022. Temuan ini penting bagi traveler yang biasa membaca ulasan sebelum memesan kamar, terutama karena 57 persen ulasan AI bernada positif dengan peringkat lima bintang. Tanpa kecermatan, ulasan sintetis bisa menutupi keluhan asli soal kebersihan, pelayanan, atau kondisi kamar.

Originality.ai, alat verifikasi konten yang mampu mendeteksi teks buatan AI, memeriksa ulasan hotel mewah sepanjang 2025. Hasilnya, lebih dari 20 persen ulasan terindikasi dihasilkan mesin, seperti dikutip dari USA Today. Angka ini dua kali lipat dibandingkan 2022.

Yang menarik, ulasan AI punya ciri khas bernada positif. Sebanyak 57 persen di antaranya memberi peringkat lima bintang. Pola ini membuat traveler sulit membedakan mana pengalaman asli dan mana pujian sintetis.

Modus di Balik Ulasan Palsu

Jack Charman, penyelidik swasta yang memimpin perusahaan intelijen di London, menyebut praktik ini sebagai upaya sistematis. "Industri ini menggunakan AI generatif untuk membanjiri ruang publik dengan pujian sintetis dan menenggelamkan keluhan yang sebenarnya," katanya.

Tujuannya jelas: memastikan calon tamu tidak pernah melihat umpan balik negatif mengenai properti tersebut. Perusahaan akomodasi juga memakai AI untuk menghilangkan elemen yang tidak diinginkan dari foto. Tiang listrik dan dinding bata bisa dihapus hanya dengan satu klik dari daftar properti Airbnb. Pantai resor yang ramai pengunjung disunting hingga tampak sepi dan masih alami.

Rafay Baloch, CEO dan pendiri REDSECLABS, perusahaan keamanan siber, menambahkan bahwa AI bisa mempromosikan hotel atau maskapai penerbangan secara halus. AI dapat menyesuaikan tampilan situs web berdasarkan kebiasaan menjelajah pengguna agar produk terlihat lebih menarik.

Ciri Teks yang Terlalu Sempurna

Cara pertama mengenali ulasan AI adalah dari teksnya yang terlalu rapi. AI menulis dengan gaya khas, banyak menggunakan tanda pisah (dash) dan kalimat berpola "bukan x, melainkan y".

Scott Dylan, pendiri perusahaan modal ventura AI di Mountain View, California, mencari pola linguistik ini serta tanda-tanda lain yang menunjukkan bahwa ulasan ditulis manusia sungguhan. "Orang asli biasanya menyebutkan nama staf atau detail spesifik yang mungkin agak berantakan. AI lebih suka memberikan pujian umum," ucapnya.

Ulasan Muncul Serentak dalam Waktu Singkat

Ulasan asli biasanya masuk secara bertahap selama berbulan-bulan. Ulasan buatan AI muncul secara masif dan terkoordinasi untuk mendongkrak popularitas hotel atau restoran dengan cepat.

Jika sebuah hotel mendapat 20 ulasan sangat positif pada hari Selasa namun tidak ada ulasan sama sekali di sisa bulan tersebut, kemungkinan besar itu ulah jaringan bot.

Waspadai Pola Penilaian Bintang

Akun asli cenderung memberi bintang 3-4, karena itu penilaian yang rasional. Ulasan berbintang 5 atau 1 bisa jadi penipuan, atau sekadar seseorang yang ingin balas dendam.

Bagi traveler yang merencanakan staycation keluarga maupun solo, membaca ulasan tetap penting. Namun menyaringnya dengan cermat jadi kunci agar tidak terjebak pujian sintetis yang menutupi kondisi sebenarnya.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top