Karhutla Dekat RSJ Sambang Lihum, 40 Pasien Jiwa Dievakuasi ke Ruangan Napza

Penulis: Hendri Saputra  •  Kamis, 24 September 2026 | 13:07:01 WIB
Petugas mengevakuasi puluhan pasien jiwa RSJ Sambang Lihum ke ruangan Napza untuk menghindari risiko kabut asap karhutla.

Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengevakuasi hampir 40 pasien ke ruangan Napza dalam kawasan rumah sakit untuk menghindari risiko kabut asap karhutla yang mendekati area fasilitas. Pemindahan internal dilakukan karena api tidak sampai merembet ke gedung perawatan, tetapi titik panas di lahan gambut sekitar RSJ masih perlu diwaspadai. Polda Kalsel telah melokalisasi kebakaran yang membakar sekitar sembilan hektare lahan di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut.

BANJARMASIN — Kepala Seksi Humas RSJ Sambang Lihum Budi Harmanto menyatakan pemindahan puluhan pasien merupakan langkah antisipasi terhadap kabut asap dan karhutla yang mendekati kawasan rumah sakit. Meski api tidak sampai merembet ke gedung tempat pasien dirawat, pihak rumah sakit memilih memindahkan mereka lebih dulu.

"Untuk sementara masih di internal kami, hampir 40 pasien dievakuasi ke lokasi yang lebih aman dan tidak dekat dengan titik api," kata Budi.

Ruangan Napza Dipilih karena Jauh dari Titik Panas

Pasien dipindahkan ke ruangan Napza dengan pertimbangan jaraknya dari titik panas. Dengan begitu, pasien tetap mendapat pengawasan dan pelayanan tanpa harus dipindahkan keluar dari kompleks RSJ Sambang Lihum.

Budi menjelaskan pihak rumah sakit telah mengamankan area belakang kawasan RSJ untuk mencegah api merembet lebih jauh, terutama menuju lokasi perawatan pasien. Berdasarkan pembaruan terakhir, kondisi titik api di sekitar kawasan rumah sakit telah mereda.

Petugas tetap melakukan pembasahan untuk memastikan api dan titik panas benar-benar padam. Langkah itu sekaligus mencegah munculnya kembali ancaman karhutla di lahan gambut sekitar rumah sakit.

Evakuasi Keluar Kawasan Butuh Persiapan Lebih Kompleks

RSJ Sambang Lihum tetap berkoordinasi dengan Dinas Sosial apabila kondisi lapangan berkembang. Jika diperlukan evakuasi ke luar kawasan rumah sakit, pihaknya menyiapkan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

"Kami tetap berkoordinasi dengan Dinas Sosial apabila kondisi lapangan berkembang, jika diperlukan evakuasi ke luar kawasan rumah sakit, termasuk menyiapkan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan pasien," ucapnya.

Menurut Budi, evakuasi keluar membutuhkan persiapan dan pengamanan lebih kompleks. Pasien RSJ Sambang Lihum merupakan pasien khusus yang memerlukan tempat luas serta pengawasan lebih mendalam selama proses pemindahan.

Ia berharap kondisi karhutla dapat segera sepenuhnya teratasi. Dengan begitu, pasien tidak perlu dievakuasi keluar kawasan RSJ Sambang Lihum dan penanganan keselamatan cukup dilakukan melalui pemindahan internal ke ruangan yang lebih aman.

Polda Kalsel Kurung Area Kebakaran Seluas 9 Hektare

Polda Kalimantan Selatan telah melokalisasi kebakaran hutan dan lahan yang mendekati RSJ Sambang Lihum di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

"Kami mengurung area kebakaran agar api tidak menjalar hingga mendekati rumah sakit," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.

Berdasarkan pantauan drone, luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut mencapai sekitar sembilan hektare. Lahan gambut menjadi tantangan tersendiri karena api bisa bertahan di bawah permukaan.

Untuk memperkuat upaya pemadaman di lahan gambut, petugas menggunakan cairan surfaktan Pyrox Presisi. Bahan itu merupakan konsentrat pemadam kebakaran lahan gambut yang diproduksi Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top