Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 2 Km ke Kali Boyong, Aktivitas Masih Level Siaga

Penulis: Galih Prayoga  •  Minggu, 27 September 2026 | 20:01:32 WIB
Awan panas guguran Gunung Merapi meluncur sejauh 2.000 meter ke alur Kali Boyong, Sleman, Sabtu malam.

Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter ke arah selatan menuju alur Kali Boyong, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta, pada Sabtu malam pukul 20.34 WIB. BPPTKG Badan Geologi mencatat guguran tersebut berlangsung selama 129,64 detik dengan amplitudo maksimum 48,66 mm. Tingkat aktivitas gunung di perbatasan Jawa Tengah dan DIY itu masih ditetapkan pada Level III (Siaga).

SLEMAN — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan awan panas guguran meluncur ke alur Kali Boyong. Peristiwa tercatat pukul 20.34 WIB dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter mengarah ke selatan.

Durasi kegempaan berlangsung 129,64 detik. Amplitudo maksimum tercatat 48,66 mm.

Apa yang Tercatat di Seismograf BPPTKG

BPPTKG merekam getaran awan panas guguran melalui jaringan seismograf di sekitar lereng Merapi. Data amplitudo dan durasi itu menjadi dasar penghitungan jarak luncur material vulkanik.

Estimasi 2.000 meter mengarah ke sektor selatan, tepatnya alur Kali Boyong yang berhulu di Gunung Merapi. Alur sungai tersebut melintasi wilayah Kabupaten Sleman.

Status Merapi Masih Level III Siaga

Hingga laporan terbaru, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih ditetapkan pada Level III (Siaga). Status itu berlaku untuk gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Badan Geologi mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya. Imbauan itu khususnya menyasar alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Ancaman Lahar Dingin Saat Hujan Turun

Selain guguran lava dan awan panas, Badan Geologi mengingatkan potensi lahar dingin ketika hujan turun di puncak Merapi. Material vulkanik yang menumpuk di alur sungai bisa terbawa air dan mengalir ke permukiman.

Masyarakat diminta tetap tenang dan mematuhi panduan rekomendasi resmi dari BPPTKG maupun Badan Geologi. Pemantauan perkembangan data aktivitas vulkanik disarankan mengacu pada sumber terpercaya.

Wilayah yang Perlu Mewaspadai Aliran Kali Boyong

Kali Boyong menjadi salah satu alur yang paling sering dilalui awan panas guguran Merapi dalam beberapa waktu terakhir. Warga di bantaran alur sungai diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca hujan.

BPPTKG terus memperbarui data aktivitas vulkanik secara berkala. Informasi resmi dapat diakses melalui kanal Badan Geologi dan BPPTKG.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top