YOGYAKARTA — Pengelola Tanaman Karnivora Jogja mengembangkan koleksi ratusan jenis tanaman pemakan serangga di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Seluruh tanaman itu dipasarkan lewat jalur daring, dengan rentang harga yang lebar dari Rp 35.000 sampai Rp 3,5 juta per pot.
Selain berjualan, pengelola menyediakan tempat edukasi yang terbuka untuk pelajar, mahasiswa, dan masyarakat. Aktivitas budi daya ini sudah berlangsung sejak 2021.
Koleksi yang dibudidayakan mencakup ratusan jenis tanaman karnivora. Ragam jenis itulah yang membuat rentang harga di pasaran cukup lebar.
Pot berharga puluhan ribu rupiah umumnya diisi spesies yang lebih mudah ditemukan. Sementara pot bernilai jutaan rupiah biasanya berisi jenis langka atau hasil budi daya yang butuh waktu panjang.
Pengelola Tanaman Karnivora Jogja mengandalkan penjualan daring untuk menjangkau pembeli. Cara itu memungkinkan pengiriman tanaman ke luar Yogyakarta tanpa harus membuka toko fisik.
Transaksi daring juga menekan biaya operasional. Pengelola bisa fokus pada perawatan tanaman dan penyiapan bibit.
Tempat budi daya dibuka sebagai sarana belajar. Pelajar, mahasiswa, dan masyarakat bisa melihat langsung bagaimana tanaman karnivora menangkap serangga.
Kegiatan edukasi ini memberi nilai tambah di luar jual beli. Pengunjung tidak sekadar membeli tanaman, tetapi juga memahami cara merawatnya.
Usaha ini berjalan sejak 2021. Dalam kurun waktu tersebut, koleksi tanaman terus bertambah hingga mencapai ratusan jenis.
Pengelola Tanaman Karnivora Jogja belum memerinci jumlah pembeli maupun volume penjualan per bulan. Namun rentang harga yang dipasang menunjukkan pasar tanaman karnivora di Yogyakarta cukup beragam, dari penghobi pemula hingga kolektor.