DPRD Kulon Progo Desak Pemkab Siapkan Strategi Ketahanan Pangan Antisipasi El Nino Ekstrem

Penulis: Hendri Saputra  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:02:31 WIB
Wakil Ketua I DPRD Kulon Progo Lajiyo Yok Mulyono memimpin rapat membahas antisipasi dampak El Nino ekstrem.

KULON PROGO — Sejumlah padukuhan di Kabupaten Kulon Progo mulai mengeluhkan berkurangnya pasokan air akibat cuaca ekstrem. Kondisi itu mendorong DPRD setempat meminta Pemkab Kulon Progo bergerak cepat melakukan mitigasi sebelum dampaknya meluas ke sektor pertanian.

Wakil Ketua I DPRD Kulon Progo Lajiyo Yok Mulyono menilai kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam merespons dinamika lingkungan dan ekonomi menjadi kunci kesejahteraan warga. Menurut dia, ancaman kekeringan harus diantisipasi melalui perencanaan yang matang.

Kekeringan Mulai Terasa di Sejumlah Padukuhan

Lajiyo menyebut beberapa padukuhan telah melaporkan pasokan air yang mulai menurun. Fenomena El Nino ekstrem disebut menjadi pemicu utama kondisi tersebut.

"Ancaman kekeringan tersebut, berpotensi mengganggu aktivitas pertanian warga jika tidak diantisipasi sejak dini melalui perencanaan yang matang supaya tidak berdampak pada ketahanan pangan," kata Lajiyo di Kulon Progo, Kamis.

Ia mendesak Pemkab Kulon Progo meminimalkan potensi kerugian di sektor pertanian. Menurut dia, lahan-lahan produktif yang belum tergarap optimal harus segera dimanfaatkan.

"Tantangan ke depan yang pertama adalah bagaimana kita menjaga ketahanan pangan. Dengan adanya fenomena El Nino ekstrem, beberapa padukuhan sudah mengalami kekeringan. Bagaimana lahan-lahan yang ada bisa dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat," ujar Lajiyo.

Lahan Tidur Diminta Difungsikan untuk Komoditas Pangan

DPRD Kulon Progo menyoroti masih adanya lahan tidur dan area pertanian yang belum difungsikan secara efektif. Lajiyo meminta lahan-lahan itu digarap agar ketersediaan komoditas pangan daerah tetap aman.

Selain pemanfaatan lahan, regenerasi petani menjadi perhatian DPRD. Peran generasi muda atau petani milenial dinilai perlu dioptimalkan untuk mencegah krisis tenaga kerja di sektor pertanian pada masa mendatang.

Lajiyo mendorong Pemkab Kulon Progo mengarahkan petani milenial menggarap tanaman hortikultura bernilai jual tinggi. Buah-buahan dan sayuran komersial disebut memiliki prospek ekonomi menjanjikan bagi peningkatan pendapatan daerah.

"Jangan sampai petani di Kulon Progo hilang, tapi sektor pertanian harus menciptakan lapangan pekerjaan yang menjanjikan," tegasnya.

Modernisasi Alsintan hingga Skema Modal untuk Petani Muda

Untuk menarik minat generasi muda, DPRD meminta Pemkab Kulon Progo tidak ragu memodernisasi alat dan mesin pertanian. Penggunaan teknologi modern dinilai dapat mengubah citra pertanian dari sektor yang identik dengan kerja fisik berat menjadi usaha yang efisien.

Pelatihan berkelanjutan dan pendampingan intensif bagi petani milenial disebut menjadi syarat mutlak. Pendampingan itu mencakup penguasaan teknik budi daya terkini, manajemen usaha tani, hingga strategi pemasaran hasil panen.

"Pendampingan tersebut mencakup penguasaan teknik budi daya terkini, manajemen usaha tani, hingga strategi pemasaran hasil panen yang efektif," katanya.

Lajiyo juga mengusulkan skema dukungan permodalan yang mudah diakses petani muda. Pemerintah daerah diminta menghadirkan fasilitas simpan pinjam khusus untuk memberi kemudahan akses modal usaha bertani.

"Melalui sinergi antara modernisasi, pendampingan, dan kemudahan modal, sektor pertanian di Kulon Progo akan mampu menjadi pilar utama ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi warga," katanya.

DPRD Kulon Progo berharap langkah-langkah itu segera direalisasikan pemerintah daerah. Sektor pertanian diharapkan tetap menjadi pilar ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi warga Kulon Progo.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top