Pencarian

Pemkab Kulon Progo Salurkan 42 Unit Alsintan ke 42 Kelompok Tani di 11 Kapanewon

Selasa, 06 Oktober 2026 • 11:17:01 WIB
Pemkab Kulon Progo Salurkan 42 Unit Alsintan ke 42 Kelompok Tani di 11 Kapanewon
Bupati Kulon Progo menyerahkan bantuan alsintan secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani.

KULON PROGO — Penyerahan alsintan tahap keempat tahun 2026 itu dihadiri Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan, Ketua DPRD Kulon Progo, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, serta sejumlah penyuluh pertanian dan koordinator BPP. Dari 42 kelompok penerima, penyerahan simbolis diwakili 29 kelompok tani dan gapoktan.

Jenis bantuan yang disalurkan meliputi traktor roda empat, traktor roda dua rotary dan singkal, pompa air, rice transplanter, combine harvester, serta power thresher. Bupati menegaskan alsintan merupakan hasil sinergi pemerintah daerah, legislatif, dan pemerintah pusat sehingga pemanfaatannya harus diarahkan untuk peningkatan produksi.

Total 109 Unit Alsintan Senilai Rp10,4 Miliar hingga September 2026

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo RR. Heni Hernawati menyampaikan bahwa hingga September 2026 wilayahnya telah menerima 109 unit alsintan dari APBN. Bantuan itu terdiri atas traktor roda empat, combine harvester, traktor roda dua, hand sprayer, power thresher, tractor crawler, pompa air, dan rice transplanter.

Secara keseluruhan, 109 unit tersebut disalurkan kepada 96 penerima dengan nilai sekitar Rp10,4 miliar. Penyaluran menyasar kelompok tani dan gapoktan di sejumlah kapanewon di Kulon Progo.

Bupati: Alsintan untuk Kelompok, Bukan Kepentingan Pribadi

Bupati menekankan penggunaan alsintan perlu disesuaikan dengan kondisi dan luasan lahan agar beroperasi optimal. Menurutnya, alsintan merupakan bantuan untuk kelompok dan harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

"Yang paling penting adalah alat-alat ini diturunkan untuk semaksimal mungkin digunakan untuk kepentingan peningkatan produksi pertanian," tegas Bupati Agung Setyawan.

Ia juga meminta Dinas Pertanian dan Pangan mencari solusi untuk bantuan yang kapasitasnya belum sesuai kondisi lahan penerima. Tujuannya agar alat tersebut tetap dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Bantuan ini adalah untuk digunakan, bukan hanya untuk disimpan. Kalau belum bisa memanfaatkannya, Dinas Pertanian harus cari solusi," ujarnya.

Gapoktan Glagah Sari Kelola 128 Hektare Sawah dari 15 Kelompok Tani

Salah satu penerima bantuan, Sudarman dari Gapoktan Glagah Sari, menyampaikan apresiasi atas combine harvester yang diterima. Gapoktan Glagah Sari menaungi 15 kelompok tani dengan luasan sawah sekitar 128 hektare.

"Alhamdulillah, dari pemerintah sudah memenuhi kebutuhan yang kami ajukan. Anggota kami ada 15 kelompok tani dengan luasan sawah sekitar 128 hektare. Dengan bantuan ini, insyaallah bisa difungsikan dengan baik," ujar Sudarman.

Selain menekan waktu dan biaya kerja, Bupati berharap pemanfaatan alsintan memperkuat ekosistem pertanian. Petani didorong tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperhitungkan kebutuhan pasar agar hasil pertanian punya nilai ekonomi lebih baik.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks