Pencarian

Standard Chartered Akuisisi Penuh Zodia Custody, Konfirmasi Gelombang Baru Perbankan Global Pegang Aset Digital

Kamis, 04 Juni 2026 • 01:50:31 WIB
Standard Chartered Akuisisi Penuh Zodia Custody, Konfirmasi Gelombang Baru Perbankan Global Pegang Aset Digital
Standard Chartered resmi akuisisi penuh Zodia Custody untuk integrasi layanan kustodi aset digital.

Standard Chartered tidak lagi setengah hati. Bank raksasa asal Inggris itu memutuskan untuk mengambil alih penuh Zodia Custody, perusahaan kustodi aset digital yang didirikannya bersama Northern Trust pada 2020. Kesepakatan ini akan membuat merek Zodia Custody perlahan dihapus, sementara seluruh operasional kustodi digital bank di Dubai, Luksemburg, dan Hong Kong akan dilebur ke dalam sistem Standard Chartered.

“Setiap Bank Akan Butuh Ini” — CEO Zodia Bicara Soal Keniscayaan

Julian Sawyer, CEO Zodia Custody, menyebut akuisisi ini sebagai bentuk validasi terbesar atas masa depan kripto di sektor perbankan. “Ini adalah titik kedewasaan,” katanya dalam wawancara dengan CoinDesk. Ia menjelaskan bahwa blockchain tidak lagi hanya untuk kripto, melainkan bergerak ke tokenisasi aset dunia nyata dan pembayaran stablecoin.

“Jika Anda akan melakukan itu, Anda butuh kepercayaan. Kepercayaan adalah urusan bank,” tegas Sawyer.

Ia memproyeksikan permintaan terhadap infrastruktur kustodi digital akan melonjak drastis. “Setiap bank akan perlu tahu cara menyimpan aset digital. Para pemain besar sudah pasti melihatnya, dan semua yang lain yang sedang memikirkan stablecoin atau tokenisasi harus punya jawaban. Pasar ini sangat besar,” ujarnya.

Bukan Membangun, Tapi Membeli: Strategi Baru Bankir Global

Keputusan Standard Chartered mengakuisisi Zodia, bukan mengembangkannya sendiri, menjadi sinyal penting. Sawyer mengakui bahwa bank-bank warisan (legacy banks) tidak bisa membangun sistem kustodi digital yang aman dan efisien tanpa perangkat lunak yang tepat. Membeli perusahaan yang sudah jadi dianggap lebih cepat dan lebih aman secara teknologi.

Nilai akuisisi tidak diungkapkan. Sebagai gambaran, Zodia Custody mengantongi pendanaan sekitar 46 juta dolar AS (sekitar Rp 736 miliar) dan pendapatan tahunan diperkirakan mencapai 34,6 juta dolar AS (sekitar Rp 553 miliar).

Zodia Solutions: ‘Otak’ Perangkat Lunak yang Bertahan

Meski merek Zodia Custody akan hilang, sisi perangkat lunak dan infrastruktur bisnis tidak ikut dihapus. Sebuah entitas baru bernama Zodia Solutions akan dibentuk untuk melanjutkan bisnis ini. Entitas tersebut akan didukung oleh pemegang saham bank lain yang masih percaya pada potensi teknologi ini, termasuk Northern Trust, Emirates NBD, dan National Australia Bank.

Ini menunjukkan bahwa meskipun Standard Chartered menarik operasi kustodi ke dalam rumah, teknologi yang dikembangkan Zodia tetap dianggap berharga untuk dijual ke bank-bank lain.

Regulasi Global Bergerak, Asia Paling Cepat

Ketika ditanya apakah Inggris justru tertinggal dalam ambisinya menjadi pusat kripto global akibat gesekan internal antar regulator, Sawyer mengakui adanya perbedaan kecepatan. “Saya cukup tua untuk ingat ketika FCA (otoritas keuangan Inggris) justru berada di depan pasar,” katanya.

Ia justru menyoroti kemajuan pesat di Asia. “Kemajuan besar terjadi di Asia dan Singapura, juga regulasi baru di Hong Kong dan Abu Dhabi,” ungkapnya. Menurut Sawyer, industri ini terus berevolusi, begitu pula regulator dan para pesertanya.

Ia juga menepis kekhawatiran bahwa Wall Street akan mengambil alih sepenuhnya sektor kripto. “Industri kripto bergerak menuju perbankan karena hukum,” tegas Sawyer, merujuk pada aturan Know Your Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering (AML) yang kini menjadi standar. Dengan kata lain, kripto dan perbankan tradisional pada akhirnya akan menyatu—dan akuisisi Standard Chartered atas Zodia adalah bukti paling nyata sejauh ini.

Bagikan
Sumber: coindesk.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks