Pencarian

Mindfulness untuk Anak: Manfaat dan 12 Teknik yang Bisa Diajarkan

Kamis, 17 September 2026 • 13:54:32 WIB
Mindfulness untuk Anak: Manfaat dan 12 Teknik yang Bisa Diajarkan

DI YOGYAKARTA — Konten Maudy Ayunda soal cara menyaring kabar negatif ramai diperbincangkan warganet sepanjang Agustus 2026. Di balik pro-kontra itu, mindfulness sebenarnya keterampilan yang bisa mulai dikenalkan ke anak sejak dini. Berikut manfaat dan 12 teknik sederhana yang bisa Bunda coba di rumah.

Video YouTube Maudy Ayunda berjudul "Mindfulness in the Age of Bad News" yang tayang 21 Agustus 2026 memicu diskusi panjang. Maudy bercerita soal pengalamannya menghadapi banjir informasi, mulai dari bencana alam, kelangkaan BBM, kebakaran hutan, sampai kebijakan pemerintah. Ia mengaku berusaha menyaring informasi agar tidak terlalu terbebani secara mental.

Pandangan itu menuai kritik. Sejumlah netizen menilai tidak semua orang punya kemewahan untuk menjauh dari pemberitaan yang berdampak langsung pada hidup mereka. Maudy lalu memberi klarifikasi dan meminta maaf, mengakui kemampuan mengambil jarak dari berita adalah keuntungan yang tidak dimiliki semua orang.

Terlepas dari polemik tersebut, mindfulness sendiri bukan konsep baru. Praktik ini bisa dikenalkan ke anak untuk membantunya lebih sadar terhadap pikiran, perasaan, tubuh, dan lingkungan sekitar.

Apa Itu Mindfulness?

Mindfulness adalah kemampuan menyadari apa yang sedang terjadi pada tubuh, pikiran, perasaan, dan lingkungan sekitar. Sederhananya, fokus pada momen yang sedang dijalani tanpa langsung terbawa pikiran atau emosi.

Cambridge Dictionary mendefinisikannya sebagai praktik yang membantu seseorang memperhatikan kondisi diri saat ini dan menciptakan rasa lebih tenang. Contoh paling gampang: saat makan, anak diajak fokus pada rasa, aroma, tekstur, dan sensasi makanan tanpa terdistraksi hal lain.

Mengapa Anak Perlu Belajar Mindfulness?

Perhatian anak mudah teralihkan, sementara mereka masih belajar mengenali dan mengelola emosi serta perilakunya. Mindfulness bisa jadi keterampilan penunjang di fase ini.

Banyak sekolah mulai mengenalkan mindfulness kepada siswa sebagai kebiasaan agar lebih hadir pada saat ini. Willem Kuyken, Ritblat Professor of Mindfulness and Psychological Science di University of Oxford, menjelaskan bahwa melatih pikiran berpotensi memberi manfaat di berbagai aspek kehidupan.

Faiy Rushton dari Mindfulness in Schools Project menambahkan, mindfulness membantu seseorang mengembalikan perhatian pada kondisi saat ini. Caranya bisa dengan menghubungkan kembali perhatian ke tubuh melalui apa yang dilihat, didengar, disentuh, dirasakan, atau dicium. Penelitian yang dirangkum sumber tersebut juga menunjukkan latihan mindfulness berpotensi membantu meningkatkan rentang perhatian anak.

12 Teknik Mindfulness yang Bisa Dilakukan Anak

1. Mindful Breathing

Anak memusatkan perhatian pada napas, memperhatikan sensasi saat udara masuk dan keluar dari tubuh. Faiy Rushton menyebut napas bisa jadi titik fokus karena prosesnya berlangsung otomatis. Saat perhatian mulai teralihkan, anak bisa perlahan mengembalikannya pada napas.

2. Body Scanning

Latihan ini mengarahkan perhatian pada sensasi di berbagai bagian tubuh, biasanya dimulai dari kaki lalu naik perlahan ke atas. Cocok dilakukan sebelum tidur supaya anak lebih rileks.

3. Membuat Jurnal

Ajak anak menulis atau menggambar apa yang dirasakannya hari itu. Cara ini melatihnya mengenali emosi sendiri tanpa harus selalu ditanya orang tua.

4. Mengenali Aroma

Kenalkan beragam aroma di rumah, seperti wangi bunga, jeruk, atau kayu manis. Minta anak menutup mata dan menebak aromanya sambil memperhatikan reaksi tubuhnya.

5. Melatih Fokus pada Napas

Berbeda dari mindful breathing, latihan ini bisa dilakukan sambil duduk tenang selama satu hingga dua menit. Hitung napas bersama-sama supaya anak lebih mudah mengikuti.

6. Latihan Pernapasan

Ajarkan pola napas sederhana, misalnya tarik napas empat hitungan lalu buang enam hitungan. Teknik ini sering dipakai untuk meredakan anak saat sedang kesal atau cemas.

7. Tes Rasa

Berikan satu potong buah atau camilan, lalu minta anak memakan perlahan sambil menyebut rasa dan teksturnya. Aktivitas ini melatih kesadaran penuh pada satu pengalaman.

8. Menggambar Benda di Sekitar

Minta anak mengamati satu benda, lalu menggambarnya dengan detail. Fokus pada proses mengamati, bukan hasil gambarnya.

9. Relaksasi Otot

Pandu anak menegangkan lalu melemaskan otot secara bergantian, mulai dari tangan, kaki, hingga wajah. Efeknya membantu tubuh lebih rileks setelah aktivitas panjang.

10. Mendengarkan Bunyi Lonceng

Bunyikan lonceng kecil, lalu minta anak mendengarkan sampai suaranya benar-benar hilang. Cara ini melatih konsentrasi dan kepekaan pendengaran.

11. Yoga Bersama

Gerakan yoga sederhana seperti posisi pohon atau kucing-sapi bisa jadi sarana mengenalkan kesadaran tubuh. Lakukan bersama supaya anak tidak merasa sedang "dites".

12. Menghitung Sambil Bernapas

Ajak anak menghitung satu sampai lima setiap kali menarik dan membuang napas. Aktivitas ini mudah dilakukan kapan saja, termasuk saat menunggu di perjalanan.

13. Walking Meditation

Berjalan pelan sambil memperhatikan langkah kaki dan sensasi di telapak kaki. Bisa dilakukan di halaman rumah atau saat jalan pagi bersama keluarga.

Kapan Perlu Pendampingan Khusus?

Mindful breathing tidak selalu cocok untuk semua anak. Menurut Faiy Rushton, anak yang pernah mengalami trauma mungkin merasa tidak nyaman ketika diminta memusatkan perhatian pada napas. Jika anak menunjukkan reaksi gelisah atau menolak, alihkan fokus ke sesuatu yang bisa dilihat atau didengar.

Bila anak tampak cemas berkepanjangan, sulit tidur, atau menarik diri dari aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan ke psikolog anak. Mindfulness bisa jadi pelengkap, bukan pengganti pendampingan profesional.

Mengenalkan mindfulness ke anak tidak butuh peralatan mahal atau jadwal khusus. Mulai dari satu teknik favorit, lakukan rutin beberapa menit setiap hari, dan biarkan anak menikmati prosesnya tanpa target.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks