YOGYAKARTA — Rektor Unisa Yogyakarta Warsiti menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Ia menegaskan pencapaian itu merupakan hasil proses panjang yang penuh perjuangan, tantangan, kesedihan, kebahagiaan, serta dukungan orang tua dan keluarga.
"Atas nama seluruh keluarga besar dan seluruh pimpinan, kami mengucapkan selamat dan sukses atas keberhasilan kalian menyelesaikan studi di Kampus Unisa Yogyakarta. Sehingga akhirnya kalian dinyatakan lulus dan wisuda," ungkap Warsiti.
Rincian IPK Tiap Jenjang Pendidikan
Dalam laporan wisuda, Warsiti menyebutkan program pascasarjana mencatat IPK tertinggi 4,00 dengan IPK rata-rata 3,92. Program sarjana dan sarjana terapan memiliki IPK rata-rata 3,72 dengan IPK tertinggi 3,99.
Untuk program diploma, IPK tertinggi mencapai 3,72 sedangkan IPK rata-ratanya 3,66. Rektor menyebut capaian ini sebagai bentuk pertanggungjawaban universitas kepada para orang tua dan wali mahasiswa atas amanah yang telah diberikan.
Sertifikasi BNSP Jadi Bekal Masuk Dunia Kerja
Unisa Yogyakarta membekali lulusan dengan kemampuan akademik sekaligus kompetensi tambahan. Salah satu program yang disiapkan adalah sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang terstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Warsiti berharap sertifikasi tersebut menjadi bekal tambahan bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja dan industri sesuai bidang keahlian masing-masing. Pengembangan fasilitas kampus juga terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendukung pelaksanaan catur dharma perguruan tinggi.
Fakultas Kedokteran hingga Program Profesi Kini Dikelola
Unisa Yogyakarta saat ini telah mengelola Fakultas Kedokteran serta mengembangkan program pendidikan pascasarjana dan profesi. Program tersebut meliputi pascasarjana kebidanan, keperawatan, dan fisioterapi, serta program profesi tertentu.
"Maka kami siap untuk menerima kepercayaan Bapak dan Ibu semua untuk mengantarkan putra-putri bapak dan ibu ke jenjang studi selanjutnya," kata Warsiti.
Rektor juga mengapresiasi berbagai prestasi akademik dan non akademik mahasiswa. Menurutnya, prestasi yang ditampilkan dalam prosesi wisuda hanya sebagian kecil dari berbagai capaian mahasiswa selama menempuh pendidikan.
"Kalau semuanya kita tampilkan, mungkin ruangan ini tidak akan cukup," ujarnya.
Pesan Rektor: Belajar Sepanjang Hayat
Kepada wisudawan dan wisudawati, Warsiti berpesan agar keberhasilan saat ini menjadi momentum penting untuk terus mengasah kompetensi. Ia menekankan pentingnya belajar di mana saja dan sepanjang hayat.
"Belajarlah di mana saja dan belajar sepanjang hayat. Jangan pernah takut menghadapi perubahan, tapi juga jangan kehilangan arah menghadapi perubahan. Jadilah lulusan yang memberikan manfaat bagi manusia, bangsa, dan kemanusiaan," pungkasnya.