SLEMAN — RCEO BNI Wilayah 17 Yogyakarta Ari Masdianto Purnomo menyebut wondrZ dirancang agar anak mengenal kebiasaan menabung dan mengelola uang secara bertahap. Produk ini diperkenalkan sebagai bagian dari rangkaian BNI wondrX 2026 di ICE BSD pada 21-23 Agustus 2026, sekaligus menyambut HUT ke-80 BNI. Pembukaan rekening dilakukan atas nama anak, bukan orang tua.
Apa Itu wondrZ dan Siapa Sasarannya
WondrZ menyasar anak dan remaja usia 0 sampai 17 tahun. Rekening dapat dimiliki sejak usia dini, tetapi akses transaksi digital baru terbuka bagi anak berusia 12 tahun ke atas melalui aplikasi wondr by BNI.
Dengan akses itu, anak bisa mulai bertransaksi sendiri memakai QRIS dan berbagai fitur lain di aplikasi wondr. Pendampingan orang tua tetap berjalan di sisi lain.
Limit Transaksi dan Fitur Pemantauan Orang Tua
BNI menetapkan limit transaksi kartu debit wondrZ sebesar Rp500.000 per hari. Sementara transaksi lewat aplikasi wondr by BNI dibatasi hingga Rp2 juta per hari sesuai ketentuan produk.
Orang tua menerima notifikasi transaksi secara real-time ke ponsel. Fitur ini memungkinkan pemantauan aktivitas finansial anak tanpa harus mengecek buku tabungan.
"Yang kami dorong bukan sekadar kepemilikan rekening, tetapi bagaimana anak mulai memiliki pengalaman nyata dalam mengelola uang. Orang tua tetap menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran tersebut," kata Ari.
Syarat Buka Rekening dan Biaya Pengelolaan
Untuk membuka wondrZ, orang tua perlu menyiapkan Kartu Keluarga (KK) dan/atau Kartu Identitas Anak (KIA). Dokumen identitas orang tua berupa KTP elektronik juga wajib dilengkapi sesuai ketentuan pembukaan rekening.
Data anak harus dipastikan benar karena rekening tercatat atas nama anak. WondrZ tidak dikenakan biaya pengelolaan rekening.
Saat anak mencapai usia 17 tahun, rekening wondrZ otomatis dikonversi menjadi BNI Taplus Muda dengan nomor rekening yang sama.
Literasi Keuangan Sejak Dini Jadi Fokus BNI
Ari menilai kebiasaan menabung dan bertransaksi bijak sejak dini memberi fondasi literasi keuangan yang lebih baik bagi anak. Dari sisi perbankan, langkah ini menjadi cara membangun hubungan jangka panjang dengan generasi muda.
"Melalui wondrZ, kami ingin membantu anak mengenal cara menabung, mengelola uang, dan mulai memahami transaksi secara bertahap. Pada saat yang sama, orang tua tetap dapat mendampingi perjalanan finansial anak melalui fitur yang tersedia," ujar Ari.
BNI Wilayah 17 Yogyakarta melihat potensi pengembangan wondrZ lewat ekosistem sekolah, perguruan tinggi, komunitas keluarga, hingga pusat aktivitas anak dan remaja.
"Ke depan, kami ingin wondrZ tidak hanya hadir sebagai produk tabungan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem edukasi dan literasi keuangan bagi keluarga. Sekolah, orang tua, komunitas, dan BNI dapat bersama-sama membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini," tambah Ari.
Bagian dari Agenda Transformasi BUMN
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BNI menyatakan terus mendukung agenda transformasi BUMN melalui penguatan kapabilitas dan inovasi layanan. Kehadiran wondrZ disebut sebagai kontribusi BNI mendorong generasi muda memahami pengelolaan keuangan sejak dini, sejalan dengan semangat HUT ke-80 BNI, Swadharma Bhakti Nagara.