KULON PROGO — Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kulon Progo sebagai upaya menyediakan akses pendidikan bagi kelompok masyarakat istimewa atau prasejahtera. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Senin lalu, menyebut akselerasi ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektoral. Salah satu gedung permanen yang baru rampung berdiri di atas lahan milik Pemerintah DIY dan dibangun oleh Kementerian PU dengan target selesai dalam waktu kurang dari enam bulan.
Pada tahun ajaran ini, Sekolah Rakyat Kulon Progo menerima lebih dari 300 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Kapasitas total akan ditingkatkan secara bertahap hingga 1.000 siswa. Secara nasional, hingga 2026 sebanyak 104 gedung permanen telah dibangun, melengkapi 166 sekolah rintisan yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Target pemerintah, pada akhir 2029 sekolah ini mampu menampung lebih dari 800.000 siswa di seluruh Indonesia.
Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat tidak menerapkan sistem pendaftaran terbuka seperti sekolah umum. Skema penjangkauan melibatkan pendamping sosial, Dinas Sosial setempat, dan tokoh masyarakat. Data calon siswa kemudian melalui mekanisme pleno untuk ditetapkan oleh kepala daerah, baik bupati, wali kota, maupun gubernur, tergantung penyediaan lahan.
"Hal ini menjamin bahwa akses pendidikan benar-benar menyasar mereka yang membutuhkan dengan sistem rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Gus Ipul.
Untuk membentuk karakter siswa, Sekolah Rakyat menerapkan masa matrikulasi selama tiga bulan sebagai pendamping Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Program ini diperkuat dengan pelibatan 2.000 Taruna Akademi Militer dan Akademi Kepolisian melalui program "Taruna Bhakti". Setiap sekolah akan didampingi oleh lima Taruna Akmil dan lima Taruna Polri yang berperan menanamkan nilai kedisiplinan, manajemen waktu, kebersihan diri, dan pengorganisasian barang pribadi.
"Kita harapkan siswa belajar hal-hal baik dari kedisiplinan para taruna. Ini adalah proses adaptasi agar siswa Sekolah Rakyat dapat menemukan potensi dan bakat terbaik mereka," kata Saifullah Yusuf.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyambut baik kepastian operasional Sekolah Rakyat di wilayahnya. Ia menyatakan komitmen penuh jajaran pemerintah daerah untuk berkolaborasi, termasuk memenuhi kekurangan fasilitas atau tenaga pendukung. Ambar mengusulkan agar operasional teknis sekolah, seperti posisi keamanan dan petugas kebersihan, memberdayakan warga sekitar.
"Kami dari pemerintah daerah akan selalu berkolaborasi dan berkoordinasi terkait dengan kekurangan tersebut, termasuk ke depan, kami ingin mengusulkan untuk posisi security, office boy, dan segala macamnya kalau bisa mohon melibatkan masyarakat sekitar, khususnya di Kabupaten Kulon Progo," ungkap Ambar Purwoko.
Menurutnya, pelibatan warga lokal penting karena mereka lebih memahami situasi dan kondisi wilayah setempat, sekaligus dapat memberikan dampak perputaran ekonomi yang positif bagi lingkungan sekitar sekolah sejak awal beroperasi.