DI YOGYAKARTA — National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) resmi mengabulkan petisi untuk memulai proses penyusunan aturan baru soal sistem buka pintu darurat atau emergency door egress system. Langkah ini diambil setelah laporan Bloomberg mengungkap setidaknya 15 orang tewas akibat tidak bisa keluar dari mobil Tesla usai tabrakan, beberapa di antaranya karena terjebak kebakaran pasca-kecelakaan.
15 Korban Tewas dan Dua Investigasi Resmi NHTSA
Menurut laporan Bloomberg, para korban selamat dari benturan awal, tapi tidak bisa membuka pintu secara manual karena desain electronic door release yang rumit. NHTSA bahkan membuka dua investigasi terpisah untuk Tesla Model 3 dan Model Y atas dugaan bahwa tuas buka pintu darurat mekanis tidak mudah dijangkau dan gagal memenuhi standar Federal Motor Vehicle Safety Standards.
Kantor Investigasi Defect (ODI) NHTSA kini menelisik apakah sistem electronic door latch yang dipakai Tesla sudah cukup aman dalam kondisi darurat, terutama saat kelistrikan mobil mati total.
Aturan Baru: Wajib Punya Sistem Buka Darurat yang Jelas
NHTSA menyatakan aturan yang tengah digodok akan mewajibkan “sistem egress pintu yang kokoh dan jelas terlihat” di semua kendaraan penumpang dan truk baru yang dijual di AS. Keputusan final memang masih jauh — Michael Brooks, Direktur Eksekutif Center for Auto Safety, memperkirakan aturan baru paling cepat efektif pada 2030 — tapi momentum regulasi ini sudah dimulai.
Petisi awal diajukan oleh seorang insinyur Silicon Valley yang meminta pengawasan lebih ketat terhadap sistem buka pintu elektronik. Meski petisi serupa untuk investigasi defect spesifik ditolak NHTSA pada 24 Juli lalu karena kurang bukti, badan regulator justru memilih jalur yang lebih luas: me