YOGYAKARTA — DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menggelar pelantikan pengurus ranting, Taruna Merah Putih, Baitul Muslimin, dan Baguna yang dikemas sebagai agenda pengabdian masyarakat. Kegiatan berlangsung di Taman Legawong, Umbulharjo, dan dihadiri langsung Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo serta Wakil Wali Kota Wawan Harmawan.
Simulasi Penyelamatan hingga Pemeriksaan Kesehatan Lansia
Rangkaian acara tidak hanya seremonial. PDIP Kota Jogja mengadakan simulasi penyelamatan korban di Sungai Gajah Wong yang digarap oleh Badan Penanggulangan Bencana partai. Sebanyak 300 pohon buah, seperti nangka dan berbagai tanaman produktif, ditanam di kawasan taman sebagai simbol komitmen lingkungan.
"Ada sekitar 8.000 lansia yang mendapat bantuan. Kami juga membangun kesiapsiagaan melalui simulasi penyelamatan korban," kata Ketua DPC PDIP Kota Yogyakarta Eko Suwanto.
Pemeriksaan kesehatan bagi lansia turut digelar. Warga kategori desil 1 dan 2 juga mendapat sosialisasi program Jaminan Sosial Lanjut Usia dari pemerintah.
Momentum 30 Tahun Peristiwa 27 Juli dan Konsolidasi Ranting
Eko Suwanto menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus memperingati peristiwa 27 Juli 1996 yang kini memasuki 30 tahun. Ia menekankan pentingnya soliditas seluruh elemen partai untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
"Semua satu suara, solid saling menjaga, bergerak satu arah, berjuang wujudkan kesejahteraan masyarakat," tegas Eko.
Ketua DPD PDIP DIY Nuryadi menambahkan bahwa pelantikan ini menjadi langkah konsolidasi penting. Untuk pertama kalinya, Kota Yogyakarta dipimpin wali kota dan wakil wali kota yang berasal dari PDIP.
"Ini adalah hal baik yang harus kita teruskan ke depan. Bagaimana DPC hingga ranting bekerja dengan baik menyampaikan tujuan-tujuan baik partai kepada masyarakat," ujar Nuryadi.
Wali Kota Hasto: Kader Harus Pro-Lingkungan dan Membela Wong Cilik
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo ikut menanam bibit pohon nangka di Taman Legawong sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Ia menegaskan bahwa nilai tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Kita harus pro-lingkungan, peduli merawat air dan kehidupan. Program-program juga harus menyentuh kebutuhan wong cilik. Kita hadir mendampingi masyarakat dan membela mereka yang lemah," tandas Hasto.
Hasto juga menyoroti antusiasme tinggi para kader yang baru dilantik. Menurutnya, semangat itu harus dirawat dan diwujudkan dalam bentuk prestasi serta pengabdian nyata kepada masyarakat, bukan sekadar saat berkompetisi menjadi calon pengurus.