YOGYAKARTA — Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan tidak ada larangan atau penutupan akses menuju Malioboro saat Jogja Last Friday Ride (JLFR) berlangsung. Semua jalur dari arah Bantul, Kulonprogo, Sleman, maupun timur tetap terbuka bagi masyarakat dan wisatawan.
"Semua jalur bisa masuk, baik dari arah Bantul, Kulonprogo, Sleman maupun dari timur. Intinya Malioboro tetap terbuka," kata Hasto di Balai Kota, Senin (20/7/2026).
ASN Diajak Naik Sepeda Bareng, Bukan Jadi Petugas
Alih-alih menyiapkan skema pengamanan khusus, Pemkot Jogja memilih pendekatan yang berbeda. ASN dari Dinas Perhubungan, Dinas Kebudayaan, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait kawasan Malioboro diminta ikut bersepeda bersama peserta.
"Menerjunkannya dalam bentuk membersamai saja, naik sepeda bareng, membarengi peserta," ujar Hasto.
Pendekatan ini, menurut Hasto, bertujuan menciptakan suasana tertib sekaligus memperkuat interaksi langsung antara pemerintah dan komunitas. Tidak ada personel khusus yang diterjunkan untuk mengawal jalannya kegiatan.
Forkopimda Beri Lampu Hijau, Tak Ada Pelarangan
Pemkot Jogja bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah berkoordinasi terkait pelaksanaan JLFR. Hasto menegaskan pihaknya mendukung penuh inisiatif komunitas sepeda tersebut.
"Pemerintah kota bersama Forkopimda menerima dengan baik. Tidak ada masalah dan tidak ada pelarangan," katanya.
Kepastian ini diharapkan memberikan rasa aman bagi peserta dan pengguna jalan lain. Hasto belum memastikan dirinya ikut bersepeda, namun menyebut akan menyesuaikan situasi pada hari pelaksanaan.
"Nanti lihat situasi. Tapi bagi kami memang akan membersamai," pungkasnya.