JOGJA — Sebanyak 3.000 lowongan kerja dari 29 perusahaan tersedia dalam Jogja Job Fair 2026 yang berlangsung di Auditorium LPP Jogja. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsosnakertrans Kota Jogja, Patricia Heny Dian, mengatakan acara ini juga didukung satu Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dan empat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
Dinsosnakertrans Kota Jogja menyiapkan pojok konsultasi khusus bagi pencari kerja yang masih kebingungan. "Silakan teman-teman yang masih bingung membuat CV atau mencari lowongan sesuai passion bisa berkonsultasi dengan petugas yang sudah kami siapkan," kata Patricia.
Layanan ini diharapkan membantu peserta mempersiapkan diri secara matang sebelum memasuki dunia kerja. Pemkot Jogja mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut sekaligus terus mengembangkan kompetensi.
Jogja Job Fair 2026 memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas. Sejumlah perusahaan membuka lowongan formasi khusus agar kelompok ini memiliki akses setara ke pasar kerja.
"Perusahaan-perusahaan juga menyiapkan lowongan pekerjaan untuk teman-teman disabilitas sehingga Pemerintah Kota hadir untuk mereka. Kami ingin dunia kerja semakin inklusif," ujar Patricia. Ia menambahkan, jika ada kesulitan, petugas dari Dinsosnakertrans siap memberikan pendampingan.
Salah satu perusahaan peserta, Concentrix, menunjukkan komitmen terhadap inklusivitas. Eni, seorang karyawan penyandang disabilitas di perusahaan tersebut, menuturkan bahwa proses rekrutmen tidak membedakan pelamar disabilitas dengan lainnya. Seluruh pelamar mengikuti tahapan seleksi yang sama, mulai dari pengajuan lamaran hingga wawancara.
"Tidak ada perbedaan perlakuan antara pekerja disabilitas dengan pekerja lainnya. Concentrix terbuka bagi teman-teman disabilitas," kata Eni. Lingkungan kerja di perusahaan penyedia layanan business process outsourcing (BPO) itu juga telah dirancang inklusif dengan fasilitas yang mendukung kebutuhan pekerja disabilitas.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jogja, Agus Arif, yang membacakan sambutan Wali Kota Jogja, menyebut perkembangan dunia kerja berlangsung sangat cepat. Digitalisasi, perubahan pola bisnis, hingga tumbuhnya ekonomi kreatif melahirkan berbagai jenis pekerjaan baru.
Agus menambahkan, Pemkot Jogja terus memberi perhatian terhadap penyandang disabilitas melalui penyediaan kesempatan kerja yang lebih inklusif. Dengan adanya job fair ini, diharapkan angka pengangguran di Kota Jogja bisa ditekan secara optimal.