YOGYAKARTA — Lomba memasak dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) itu tidak sekadar ajang unjuk keterampilan. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo yang hadir langsung menekankan bahwa hidangan berbasis protein hewani menjadi kunci pertumbuhan otak anak.
Hasto menjelaskan, masa sebelum ubun-ubun anak menutup adalah periode emas yang tidak boleh dilewatkan. “Orang tua harus tahu makanan apa yang paling tepat untuk balitanya. Dari protein hewani yang disajikan inilah otak anak tumbuh. Maka jangan lewatkan masa sebelum ubun-ubun menutup, marilah protein hewani dihadirkan di tengah-tengah anak-anak kita,” katanya.
Menurut dia, lomba memasak menyimpan pesan penting tentang gizi keluarga. “Isi kandungan dari menu yang dibuat hari ini tidak sekadar untuk lomba, tetapi juga menjadi pembelajaran bagaimana gizi seimbang dan protein hewani harus hadir di tengah anak-anak kita,” ujar Hasto.
Kegiatan itu juga melibatkan anak-anak pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam pentas anak. Hasto mengapresiasi hal tersebut. Menurutnya, pentas anak menjadi ruang bagi orang tua mengenali potensi dan kemampuan anak, sekaligus memperkuat kedekatan orang tua-anak. “Anak-anak PAUD bisa ikut lomba dan pentas tampil. Ini keren sekali karena ada banyak makna dibaliknya. Ibu dan bapak akhirnya datang menemani anaknya, bahkan ada yang baru tahu ternyata anaknya bisa pentas,” kata Hasto.
Ketua PWI DIY Hudono mengatakan, pihaknya sengaja menggandeng Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) untuk menggerakkan anak-anak tampil. Ini menjadi bagian penting dari rangkaian HAN. “Karena itu kami mengambil rangkaian Hari Anak Nasional dengan lindungi anak-anak kita, kita selamatkan anak-anak kita demi masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik,” ujar Hudono.
Lomba ini menjadi salah satu upaya konkret menurunkan angka stunting di Yogyakarta. Dengan pendekatan langsung kepada keluarga, diharapkan kesadaran akan pentingnya protein hewani pada 1.000 HPK semakin mengakar. Orang tua pun pulang dengan pengetahuan baru: menu bergizi tak perlu mahal, asal tepat sasaran.