Rupiah Melemah Tipis ke Rp18.075 Per Dolar AS, Pasar Masih Menanti Sinyal The Fed

Penulis: Kemal Batubara  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 12:16:01 WIB
Rupiah dibuka melemah tipis ke posisi Rp18.075 per dolar AS pada perdagangan Kamis (20/2).

JAKARTA — Pergerakan rupiah masih tertekan di awal perdagangan Kamis (20/2). Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda dibuka melemah 0,01 persen ke posisi Rp18.075 per dolar AS, setelah sehari sebelumnya ditutup di Rp18.073.

Sentimen Global Masih Dominasi

Pelemahan tipis ini terjadi saat dolar AS masih perkasa di hadapan mata uang utama Asia lainnya. Pelaku pasar, menurut analis, masih menunggu hasil risalah rapat bank sentral AS (Federal Reserve) yang dijadwalkan rilis malam nanti.

“Pasar sedang mengkalibrasi ulang ekspektasi terhadap arah suku bunga AS. Data ketenagakerjaan dan inflasi masih jadi kunci,” ujar pengamat pasar uang dalam catatannya.

Level Kritis Rupiah dalam Sepekan Terakhir

Sepanjang pekan ini, rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp18.070 hingga Rp18.080 per dolar AS. Tekanan eksternal dari penguatan indeks dolar masih menjadi faktor utama yang menghambat penguatan nilai tukar.

Bank Indonesia sendiri sebelumnya telah menegaskan akan terus melakukan intervensi guna menjaga stabilitas rupiah di level yang wajar. Namun, pergerakan harian seperti saat ini menunjukkan bahwa tekanan global masih cukup kuat.

Dampak ke Harga Barang Impor dan Utang Luar Negeri

Meski pelemahan hanya 2 poin, level Rp18.075 per dolar AS dinilai masih cukup tinggi bagi sektor riil. Harga barang impor, terutama bahan baku industri dan elektronik, berpotensi ikut terdorong naik jika tren ini berlanjut.

Selain itu, beban pembayaran utang luar negeri swasta dan pemerintah dalam denominasi dolar juga ikut membengkak secara nominal. Pelaku usaha diimbau untuk melakukan lindung nilai (hedging) guna mengantisipasi volatilitas lanjutan.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top