iPhone Duo Masuk Pasar HP Lipat, Software Jadi Pembeda Apple

Penulis: Hendri Saputra  •  Jumat, 11 September 2026 | 11:19:31 WIB
Apple resmi memperkenalkan iPhone Duo sebagai perangkat lipat pertamanya.

DI YOGYAKARTA — Apple akhirnya masuk ke segmen HP lipat lewat iPhone Duo. Kehadiran perangkat ini terbilang terlambat dibanding Samsung yang sudah mengembangkan lini Galaxy Z Fold dan Z Flip selama beberapa generasi, serta sejumlah pabrikan China yang lebih dulu meramaikan pasar dengan perangkat semakin tipis dan ringan.

Meski menjadi foldable generasi pertama Apple, iPhone Duo dinilai sudah memberikan kesan matang. Penilaian itu disampaikan tech reviewer Malvin setelah menjajal langsung perangkat tersebut di Apple Event.

Impresi Pertama: Matang di Generasi Pertama

Malvin menyebut penantian panjang Apple sebelum masuk ke form factor lipat terasa terbayar. Menurutnya, iPhone Duo tidak tampil seperti perangkat percobaan yang masih mencari bentuk.

"Bisa dibilang demikian, iPhone Duo terasa 'matang' dari impresi awal mencoba device tersebut," kata Malvin kepada detikINET.

Ia juga menilai efek kehadiran iPhone Duo akan terasa signifikan di segmen foldable. Salah satu alasannya, tingkat kematangan yang ditawarkan berbeda dibanding perangkat lipat lain di kelas yang sama.

"Kemungkinan besar iya, efek iPhone Duo akan terasa signifikan di segmen foldable karena secara 'kematangan' yang diberikan di sini memang berbeda dengan device foldable lain di kelasnya," ujarnya.

Software Jadi Senjata Utama, Bukan Sekadar Engsel

Pembeda terbesar iPhone Duo menurut Malvin bukan cuma hardware. Implementasi software justru menjadi aspek yang berpotensi memengaruhi perkembangan HP lipat berikutnya dari produsen lain.

"Implementasi software iPhone Duo jadi salah satu yang paling menarik untuk diimplementasikan di foldable lain," ungkapnya.

UI dan UX perangkat ini dinilai dirancang khusus untuk form factor lipat, bukan sekadar memindahkan pengalaman iPhone ke layar lebih besar. Tantangan foldable memang tidak berhenti pada layar yang bisa ditekuk. Produsen juga harus memastikan aplikasi, animasi, perpindahan antarlayar, dan interaksi pengguna tetap natural saat perangkat dibuka maupun ditutup.

"UI dan UX-nya terasa dipikirkan dengan sangat matang oleh Apple," ujar Malvin.

Ia menambahkan pengalaman software iPhone Duo terasa berbeda dan memang didesain secara intentional untuk perangkat tersebut. Bahkan detail animasi yang tidak terlalu disorot Apple saat peluncuran disebut memberikan impresi kuat ketika dicoba langsung.

"Animasi yang ada di iPhone Duo sebenarnya tidak terlalu disorot Apple secara langsung, tetapi setelah dicoba ternyata memberikan impresi yang kuat tentang device foldable pertama mereka," katanya.

Peluang Menggabungkan iPhone dan iPad Mini

Kehadiran iPhone Duo juga berpotensi menarik pengguna yang sebelumnya membutuhkan dua perangkat berbeda. Malvin melihat pengguna iPhone dan iPad, terutama iPad mini, sebagai kelompok yang kemungkinan besar mendapatkan manfaat dari form factor baru ini.

"Buat yang ingin tablet dan hape dalam satu form factor, mungkin pengguna iPad Mini dan iPhone ini akan jadi sebuah device yang mengakomodasi kedua kebutuhan tersebut," kata Malvin.

"Pengguna iPhone dan iPad terutama Mini akan merasakan benefit yang signifikan, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk pengguna lain," ujarnya.

Kompromi Bobot dan Peta Persaingan

Masuknya Apple tidak otomatis membuat iPhone Duo mengungguli foldable Android. Para rival sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun, dan beberapa di antaranya menawarkan desain yang semakin ringan dan tipis.

iPhone Duo sendiri masih memiliki kompromi, salah satunya bobot lebih dari 250 gram. Malvin sebelumnya menyoroti angka tersebut cukup terasa ketika beberapa foldable pesaing sudah semakin ringan.

Jika implementasi software iPhone Duo mendapat respons positif dari konsumen, pendekatan Apple bukan tidak mungkin ikut memengaruhi cara produsen lain merancang pengalaman foldable generasi berikutnya. Dari pengalaman hands-on Malvin, senjata utama iPhone Duo bukan sekadar fakta bahwa layarnya bisa dilipat, melainkan bagaimana hardware dan software dibuat bekerja sebagai satu kesatuan.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top