DI YOGYAKARTA — Prediksi buruk soal teknologi bukan hal langka. Beberapa di antaranya bahkan sempat dianggap sebagai konsensus, sebelum akhirnya dibantah oleh realitas pasar. Rangkuman dari Bored Panda yang dibahas detikINET menyoroti sejumlah ramalan yang kini terdengar keliru.
Yang menarik, pola kesalahannya mirip: teknologi baru dinilai dari kebiasaan lama, bukan dari kemungkinan yang bisa dibuka. Berikut sorotannya.
Konsep ChatGPT sempat dipandang sebelah mata. Sam Altman dianggap terlalu optimistis dengan produk yang belum terbukti di pasar.
Realitasnya, chatbot berbasis model bahasa besar itu memicu gelombang adopsi AI generatif yang mengubah cara orang bekerja. Prediksi bahwa produk ini akan gagal total tidak terbukti.
Apple juga tidak luput dari ramalan pesimistis saat memperkenalkan iPhone. Banyak pihak meragukan langkah perusahaan masuk ke pasar ponsel yang sudah padat.
Sejarah mencatat sebaliknya. iPhone menjadi salah satu produk paling berpengaruh dalam dua dekade terakhir dan mengubah lanskap industri mobile secara global.
Ada masa ketika panggilan video dianggap tidak akan diminati pengguna. Asumsinya, orang lebih memilih komunikasi suara atau tatap muka langsung.
Pandemi mengubah hitungan itu. Panggilan video jadi kebutuhan harian, baik untuk kerja, sekolah, maupun menjaga hubungan keluarga.
Prediksi lama menyebut orang tidak akan suka naik mobil, dan kuda akan tetap populer sebagai moda transportasi utama.
Perkembangan infrastruktur dan manufaktur membalik ramalan tersebut. Mobil menjadi tulang punggung mobilitas modern, sementara peran kuda bergeser jauh.
Sulit membayangkan smartphone tanpa layar sentuh hari ini. Padahal, ada masa ketika antarmuka sentuh dianggap bukan arah yang jelas.
Setelah iPhone dan Android mendorong standar baru, layar sentuh menjadi norma. Pabrikan yang bertahan dengan tombol fisik perlahan tersingkir dari segmen premium.
Kemampuan mengubah teks menjadi video sempat dianggap jauh dari kenyataan. Kini, model AI generatif mampu menghasilkan klip pendek dari perintah teks.
Kemajuan ini membuka peluang baru di industri kreatif, sekaligus memunculkan pertanyaan soal hak cipta dan etika produksi konten.
Banyak orang menyesal karena melewatkan kesempatan berinvestasi di Bitcoin saat nilainya masih rendah. Prediksi bahwa aset kripto ini akan siripun tak terbukti.
Volatilitasnya tetap tinggi, tetapi Bitcoin bertahan sebagai aset yang diperhitungkan di portofolio sebagian investor institusi maupun ritel.
Nintendo Switch sempat diramalkan gagal di pasar konsol. Keraguan muncul karena pendekatan hybrid yang dianggap membingungkan.
Nyatanya, konsol ini mencatat penjualan kuat dan menjadi salah satu produk paling sukses di segmennya. Ramalan kegagalan itu tidak terbukti.
Majalah Fourfourtwo pada 1998 pernah memuat prediksi soal penampilan David Beckham pada 2020. Hasilnya jauh dari bayangan saat itu.
Contoh ini memperlihatkan bahwa ramalan jangka panjang, termasuk soal teknologi dan budaya pop, sering meleset karena perubahan berjalan lebih cepat dari perkiraan.
Dari daftar ini, satu pola konsisten muncul: teknologi baru kerap dinilai dengan kacamata masa lalu. Bagi pelaku bisnis digital dan investor, sikap skeptis yang sehat tetap perlu, tetapi meremehkan potensi inovasi terbukti berisiko.