Seorang ibu tunggal di Yogyakarta, Diana Sylvia (53), mengaku program JKN dari BPJS Kesehatan menanggung penuh tiga kondisi kesehatan yang dihadapi keluarganya, mulai dari sakit saraf hingga terapi rutin anaknya yang mengidap ADHD. Manfaat itu dirasakannya saat harus dirawat akibat sesak napas mendadak dan ketika gigi gerahamnya pecah hanya karena mengunyah tahu.
YOGYAKARTA — Diana Sylvia, warga Yogyakarta, tidak pernah membayangkan biaya pengobatan yang harus ia tanggung sebagai orang tua tunggal jika tidak ada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ibu tiga anak ini bersyukur seluruh rangkaian perawatan untuk dirinya dan anak bungsunya yang berkebutuhan khusus dapat berjalan tanpa hambatan biaya.
Perempuan 53 tahun itu menceritakan momen paling mencekam terjadi saat ia sedang berbelanja bahan masakan di pasar untuk memenuhi pesanan katering. Tanpa gejala awal, ia tiba-tiba merasakan sesak napas dan nyeri di dada sebelah kiri.
Sesak Napas Mendadak Saat Belanja di Pasar
Diana mengaku serangan itu datang begitu saja ketika tengah sibuk berbelanja. Keluarganya kemudian segera membawanya ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Saat itu tanpa ada tanda apa pun, tiba-tiba sesak napas dan nyeri di dada sebelah kiri. Lalu oleh keluarga dilarikan ke Puskesmas,” cerita Diana saat ditemui di RS Gigi dan Mulut (RSGM) UGM Prof. Soedomo.
Ujian kesehatan yang dialaminya tidak berhenti di situ. Ia juga harus menjalani perawatan untuk sakit saraf atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) yang mengharuskannya rutin menjalani fisioterapi. Gangguan itu muncul beberapa hari setelah dirinya mengangkat galon air minum seorang diri.
HNP Usai Angkat Galon: Fisioterapi Rutin Berjalan Lancar
“Saya ingat kejadian itu setelah saya angkat galon. Awalnya tidak merasakan apa-apa, tetapi beberapa hari kemudian baru kerasa. Ya kan single parent jadi harus bisa mengatasi semua persoalan sendiri,” katanya.
Sebagai tulang punggung keluarga, Diana mengaku ketenangan itu datang karena ia tidak perlu memikirkan biaya setiap kali harus kontrol atau menjalani fisioterapi. Semua layanan medis yang ia terima ditanggung sepenuhnya oleh kepesertaan JKN.
Terapi Anak dengan ADHD Tanpa Kendala Biaya
Manfaat JKN juga dirasakan anak bungsunya yang berusia delapan tahun. Sang buah hati terlahir istimewa dengan kondisi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Berkat jaminan kesehatan tersebut, seluruh rangkaian perawatan, konsultasi dokter spesialis, hingga terapi berkala untuk anak laki-laki satu-satunya itu dapat terus berjalan lancar. Rasa haru tampak jelas saat Diana menceritakan kemudahan layanan medis yang didapat keluarganya.
“Semua gratis. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah dengan adanya Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan ini, karena bisa mengatasi persoalan keluarga saya terutama dalam hal kesehatan,” ujar Diana dengan mata berkaca-kaca.
Penyebab Gigi Pecah: Hanya Karena Tahu
Di sela perbincangan, Diana sempat membagikan kisah lucu di balik gigi kirinya yang pecah. Ia mengaku penyebabnya bukan makanan keras, melainkan hanya karena mengunyah tahu.
“Penyebabnya bukan karena makanan yang keras, tetapi hanya karena tahu. Jadi pecahannya saya bersihkan dan saya rendam alkohol, dan saya tempel dengan tulisan ‘kalah karo tahu’ agar bisa jadi pengingat buat saya dan siapa pun untuk menjaga kesehatan,” katanya sambil tertawa.
Meski begitu, Diana menegaskan dirinya tidak pernah ragu memanfaatkan layanan kesehatan. Justru ia berpesan agar masyarakat tidak apriori terhadap program JKN sembari tetap menjaga kebugaran tubuh secara mandiri.
“Saya melakukan testimoni ini jujur dengan apa yang saya alami dan saya rasakan. Bagi yang apriori, saya tidak peduli karena saya merasakan apa yang diberikan BPJS Kesehatan kepada saya,” pungkas Diana.