Danantara Dorong Pertamina Genjot LNG, Impor Gas Ditekan Mulai 2029

Penulis: Indra Firmansyah  •  Senin, 14 September 2026 | 08:51:31 WIB
Pertamina memaparkan proyeksi peningkatan porsi LNG dalam bauran pasokan gas nasional dalam pertemuan di Wisma Danantara, Jakarta.

DI YOGYAKARTAJakarta — Pertamina memaparkan proyeksi bahwa LNG akan semakin mendominasi bauran pasokan gas nasional setelah 2025. Dalam pertemuan di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (10/9/2026), perseroan menyebut porsi LNG bisa menembus lebih dari 50 persen dari total pasokan gas pada 2029.

Angka itu membuat kemampuan produksi dan pasokan LNG dari dalam negeri jadi taruhan. Kepala BP BUMN yang juga COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menekankan bahwa peningkatan kebutuhan harus diimbangi pasokan domestik.

"Yang paling penting ada progres. Artinya, kalau kebutuhan kita 50 persen, kita sudah bisa suplai dari dalam negeri," ujar Dony, dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.

Jargas dan CNG Jadi Kunci Tekan Impor LPG

Strategi memperkuat gas domestik tidak berhenti di LNG. Pertamina juga mengembangkan jaringan gas (jargas) dan compressed natural gas (CNG) agar gas bumi lebih dekat ke konsumen rumah tangga.

Salah satu skema lewat mother station CNG ditargetkan mampu menyalurkan gas untuk melayani sekitar 12.000 rumah. Bagi Dony, kombinasi jargas dan CNG berpotensi menekan penggunaan LPG yang selama ini masih disokong pasokan impor.

"Ini bisa menurunkan ketergantungan secara signifikan. Kombinasi antara jargas dan CNG ini luar biasa. Dampaknya terhadap kita signifikan, terutama untuk mengurangi impor dan ketergantungan kita terhadap LPG," kata Dony.

Dampak ke Rumah Tangga dan Industri

Dorongan BP BUMN dan Danantara memperlihatkan penguatan ekosistem gas nasional tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga menjangkau konsumen rumah tangga. Warga yang tersambung jargas dan CNG akan mendapat pasokan gas bumi langsung, sementara beban subsidi LPG bisa ditekan.

Produksi LNG dalam negeri yang semakin kuat, ditambah ekspansi jargas dan CNG, diharapkan menciptakan rantai pasok gas yang lebih terintegrasi dari sumber produksi hingga pengguna akhir. Jika berjalan sesuai target, ada dua manfaat sekaligus: ketersediaan energi lebih terjamin dan kebutuhan impor berkurang.

LNG bukan lagi sekadar komoditas ekspor. Ke depan, gas bumi ditargetkan menjadi salah satu penopang utama untuk mengurangi ketergantungan energi impor Indonesia.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: ruangenergi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top