Realisasi Investasi Dua Tahun Prabowo-Gibran Capai Rp 3.923,2 Triliun

Penulis: Hendri Saputra  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:54:31 WIB
Menteri Investasi Rosan Roeslani menyampaikan realisasi investasi Rp 3.923,2 triliun dalam konferensi pers di Istana Merdeka.

DI YOGYAKARTA — Kementerian Investasi dan Hilirisasi mencatat realisasi investasi Rp 3.923,2 triliun sepanjang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Nilai itu setara 30% dari target investasi 2025-2029 sebesar Rp 13.032 triliun, terhitung sejak kuartal IV 2024 hingga kuartal III 2026.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani merinci, periode penghitungan tidak dimulai dari awal tahun anggaran, melainkan dari triwulan IV 2024, tahun 2025 penuh, dan 2026 sampai triwulan ketiga. Dari total tersebut, Rp 1.924,5 triliun berasal dari penanaman modal asing (PMA) dan Rp 1.998,7 triliun dari penanaman modal dalam negeri (PMDN).

“Jadi kami tidak menghitung dari awal tahun, tapi adalah dari triwulan IV 2024, tahun 2025 tahun penuh, 2026 hanya sampai triwulan ketiga. Jumlah yang di investasi yang masuk, total 3.923,2 triliun,” kata Rosan dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Senin (19/10).

Sebaran Investasi Mayoritas di Luar Pulau Jawa

Rosan menyampaikan sebaran investasi mayoritas berada di luar Pulau Jawa dengan nilai Rp 2.031 triliun atau 51,8%. Sementara nilai investasi di Pulau Jawa sejumlah Rp 1.892,2 triliun atau 48,2%.

Dari sisi ketenagakerjaan, penyerapan tenaga kerja selama dua tahun mencapai 5,48 juta orang. “Penyerapan tenaga kerjanya (selama dua tahun) mencapai 5,48 juta orang,” ujarnya.

Kontribusi Hilirisasi Naik ke 35%

Rosan menyebut total investasi dalam dua tahun pemerintahan Prabowo berhasil mencapai target yang ditetapkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Meski tercapai, ia menyebut pemerintah harus melakukan jemput bola dan mendengarkan masukan agar iklim investasi dan industri RI makin meningkat.

“Karena kami inginkan dari investasi yang masuk adalah ujungnya industrialisasi, dari hilirisasi, kemudian industrialisasi,” ucapnya.

Pada 2024 jumlah kontribusi investasi dari hilirisasi hanya mencapai 26%, namun pada kuartal III tahun ini angkanya meningkat menjadi 35%. Rosan, yang juga menjabat CEO Danantara, mengatakan pemerintah akan terus mendorong peningkatan investasi yang semakin berkualitas dan memberikan dampak positif untuk penyerapan tenaga kerja.

Kuartal III 2026 Tumbuh 7,6%

Pada periode kuartal III atau Juli-September 2026, Kementerian Investasi dan Hilirisasi mencatat realisasi investasi Rp 465,2 triliun. Investasi triwulan ketiga tahun ini meningkat 7,6% dari periode yang sama tahun lalu.

Jumlah tersebut terdiri atas Rp 270,2 triliun dari PMA dan Rp 258,5 triliun PMDN. Sebaran investasi mayoritas berada di luar Pulau Jawa dengan Rp 271,6 triliun atau 51,4%, sedangkan di Pulau Jawa Rp 257,1 triliun atau 48,6%.

“Capaian realisasi investasi triwulan ketiga 2026 itu mencapai Rp 528,7 triliun sehingga total investasi dari Januari sampai September 2026 adalah Rp 1.539,2 triliun atau mencapai 75,4% dari target,” kata Rosan dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Senin (16/10).

Bagi pelaku usaha, capaian ini menandakan ruang ekspansi masih terbuka, terutama di sektor hilirisasi yang porsinya terus naik. Namun pemerintah menekankan kualitas investasi, bukan sekadar besaran nominal, sebagai ukuran keberhasilan ke depan.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top