YOGYAKARTA — Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf membuka langsung gelaran Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah di Yogyakarta. Kegiatan yang digelar Jumat (23/10/2026) itu menjadi penyelenggaraan keempat setelah Madiun, Bali, dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Sebanyak 121 UMKM mengisi tenant expo. Cakupannya meliputi perlengkapan haji dan umrah, fesyen muslim, produk unggulan daerah, makanan dan minuman, hingga kebutuhan jemaah lainnya.
Kemenhaj menilai Yogyakarta punya posisi strategis dalam pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Sektor yang disorot adalah industri kreatif, kerajinan, fesyen muslim, serta produk pangan dan kuliner halal.
Produk UMKM Yogyakarta disebut berpeluang memenuhi beragam kebutuhan jemaah. Mulai dari kain ihram, perlengkapan ibadah, batik, sampai cendera mata.
Produk pangan dan kuliner daerah juga berpotensi dikembangkan untuk mendukung konsumsi jemaah di Tanah Suci. Syaratnya, kualitas dan standar produk tetap diperhatikan.
Selain pameran, expo menghadirkan temu bisnis yang melibatkan 130 pelaku usaha atau UMKM. Peserta melewati proses kurasi sebelum dipertemukan dengan calon mitra.
Melalui business matching itu, peserta menjajaki kerja sama dan membuka peluang pasar baru. Expo ini sendiri menargetkan 15.000 pengunjung selama berlangsung.
Rangkaian kegiatan juga ditandai penandatanganan nota kesepahaman tentang sinergi tugas dan fungsi penyelenggaraan haji dan umrah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menhaj menegaskan pengembangan ekosistem ekonomi haji tidak boleh berhenti pada penyelenggaraan pameran. Menurutnya, hasil expo harus ditindaklanjuti lewat kemitraan yang konkret.
"Jika di kota-kota sebelumnya kita memperkuat basis rantai produksi dan logistik, maka di Yogyakarta ini kita hadir untuk memberi panggung bagi daya cipta, inovasi, dan nilai tambah produk keumatan," ujar Menhaj.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi. "Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan setiap potensi ditindaklanjuti menjadi program serta kemitraan yang konkret," tegasnya.
Menhaj menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta jajaran pemerintah daerah atas dukungan terhadap pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah.
Lewat expo ini, Kemenhaj mendorong produk UMKM dalam negeri semakin berdaya saing dan punya akses lebih luas ke pasar haji dan umrah. Nilai tambah bagi perekonomian daerah diharapkan mengikuti, dengan kepentingan dan perlindungan jemaah tetap diutamakan.